LPI (Break Away League)

Halo semua...
sebelum saya berkoar-koar membahas tentang carut-marutnya dunia sepakbola di Indonesia saya coba menjelaskan,Posisi saya disini bukan merupakan Kroni Nurdin Halid CS, Tapi saya juga bukan orang yang pro atas terlahirnya Liga Primer Indonesia(Kalau FIFA bilang "break away League").

Satu sisi kita selalu berharap Liga Indonesia dapat berkembang hingga pada akhirnya "mungkin akan lebih hebat dari liga tertua di Dunia ("EPL") ,tapi jika kalian pikir apakah semua akan menjadi nyata jika disetiap pertandingan masih dihantui oleh praktek suap,atau bahkan mungkin korupsi para pengurus didalamya.(jujur saya tidak memiliki bukti yang konkrit,namun menurut saya semua itu sudah menjadi rahasia umum).

Buntut dari kekesalan orang-orang yang memiliki uang lebih yaitu dengan cara membuat liga baru yang diklaim liga yang paling profesional di Indonesia (LPI) karena tidak menggunakan uang rakyat sepeser pun,tapi jika menurut kalian apakah itu akan mengakhiri semua masalah yang terjadi didalam sepakbola bola indonesia??
ohh... tidak bisa.... bahkan itu menjadikan babak awal carut marutnya liga Indonesia.
PSSI yang sempat ingin memasukan LPI ke Divisi III ditolak mentah-mentah oleh petinggi LPI dengan alasan mereka lebih profesional dari LSI sekalipun dan tidak mungkin mereka berada dibawah LSI.

Coba anda bayangkan jika LPI ingin berada diatas LSI lantas bagaiman nasib Tim LSI, ??
Belum lagi tim-tim Divisi Utama, Divisi I ,Divisi II yang mencoba merangkak untuk naek ke tingkat yang lebih tinggi? yaa... walaupun SFC tdak pernah merasakan semua itu namun itu merupakan kejadian yang biasa terjadi di sepakbola(akibat sebuah tim bangkrut sehingga sahamnya dibeli oleh orang lain sehingga berganti nama...hm...lain kesempatan kita bahas lagi)
hm... jika itu terjadi mungkin kita akan melihat "bayi yang baru terlahir memberikat pelajaran kepada Ibunya".

APBD yang katanya akan dihentikan pada tahun 2012 bukan menjadi solusi terbaik untuk kemajuan sepakbola Indonesia,dengan demikian Tim dipaksa mencari dana melalui pihak sponsor,tapi coba anda pikirkan jiaka anda adalah seorang hartawan akankah anda merelakan milyaran uang anda untuk mensuport sebuah tim kecil??? yaaa... inti dari pertanyaan saya yakni "kemungkinan hanya tim-tim besar yang mampu bertahan tanpa dana APBD, sedangkan tim-tim kecil akan berkucuran darah mencari dana untuk menggaji pemainnya.

Semua masalah terlahir akibat semua merasa paling benar,paling profesional dan paling segala-galanya... coba anda sedikit menggulungkan lengan baju anda membantu kemajuan sepakbola Indonesia bukan malah memperkeruh keadaan dengan masalah yang anda timbulkan.

Maju terus persepakbolaan indonesia...
BRAVO SFC !!!

Main Ke Blog saya> http://sriwijayafc-online.blogspot.com
Nama Pengirim*:Phebrie Poetra
Judul Postingan*:LPI (Break Away League)

20.54

Kiriman Sobat SFC Mania



19.02

Laskar Wong Kito


SAMPAI KAPANPUN TETAP DUKUNG SRIWIJAYA FC....
By: jhonny Penukal
18.41

We Love SFC

SRIWIJAYA YANG KAMI TUNGGU2,YANG KAMI NANTI2
KAMI HARAP HARI INI MENANG LWN AL'AIN .
BERAPO PUN SEKOR.O YG PENTING MENANG BAE
.MENANG PAYO
KALAH DAG DO.

SALAM SATU JIWA "BELADAS"
BY:AFRIZAL 42
04.02

Dari Muhamad.azis

Perlihatkan detail 4 Jan 2011

Nama*:muhamad.azis
Email*:muhamad.Azis84@yahoo.com
Judul*:sfc
Upload a File:
Pesan, Saran dan Kritik*:good.luck
20.47

Salam Dari Kevin


Perlihatkan detail 06/12/10
Nama*:kevin
Email*:luckyboy_zippy@yahoo.co.id
Judul*:SFC jaya
Pesan, Saran dan Kritik*:salam SFC Mania..
semoga SFC semakin mantap dlm permainan dan semakin mantap dlm pertandingan.
Bang keren blogspot nya..o,ya boleh tahu alamat redaksi SFC mania?
20.39

Sriwijaya FC Cetak Rekor

Sriwijaya FC Palembang menumbangkan Arema Indonesia 2-1 pada laga final Piala Indonesia 2010 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, tadi malam. Kemenangan ini membuat Sriwijaya mencetak rekor sebagai tim pertama yang mampu menjuarai Piala Indonesia tiga kali berturut-turut.

Striker Keith Kayamba Gumbs mencetak gol perdana bagi Sriwijaya melalui sundulan, memanfaatkan umpan sepak pojok pada menit ke-48. Penyerang Arema asal Singapura, M. Ridhuan, mampu menyamakan kedudukan dengan mencetak gol pada menit-71.

Tapi delapan menit kemudian, gelandang Sriwijaya, Pavel Solomin, berhasil membawa timnya unggul setelah mencetak gol melalui tembakan keras di dalam kotak penalti.

Pertandingan antara dua tim yang sama-sama pernah dua kali juara di perhelatan ini berlangsung ketat, bahkan cenderung kasar. Beberapa pelanggaran terjadi ketika para pemain tengah berebut bola.

Kiper Sriwijaya, Feri Rotinsulu, menjadi korban terjangan striker Arema, Noh Alam Shah, saat hendak membuang bola. Feri pun akhirnya tak mampu meneruskan pertandingan karena cedera dan digantikan Hendro Kartiko.

Alam Shah, yang pada pertandingan itu menjadi kapten menggantikan Pierre Njangka, kembali menunjukkan aksi tak terpuji saat berebut bola dengan bek Sriwijaya, Precious Emuejeraye, pada menit ke-20.

Saat itu Alam Shah mengangkat kaki terlalu tinggi dan nyaris menghantam wajah Precious. Wasit Jimmy Naipitupulu tanpa ampun langsung mengganjar pemain asal Singapura itu dengan kartu merah, karena aksinya membahayakan lawan.

Tampil dengan 10 pemain setelah Alam Shah diusir wasit membuat Arema harus bekerja keras menahan gempuran Sriwijaya. Namun tim berjulukan Laskar Wong Kito gagal memanfaatkan keuntungan jumlah pemain untuk mencetak gol. Hingga babak pertama usai, kedua tim bermain imbang tanpa gol.

Menjelang babak kedua dimulai, pertandingan sempat tertunda sekitar satu jam setelah Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo meminta agar wasit pertandingan diganti untuk mencegah terjadinya keributan di dalam stadion akibat suasana pertandingan sempat memanas.

Namun pertandingan tetap berjalan dan Jimmy meneruskan tugasnya hingga pertandingan usai.
09.39

Subran-Subandi Merapat ke SFC

Dua pesepakbola putra daerah Sumatera Selatan Muhammad Sobran dan Supardi “merapat” ke Sriwijaya Football Club (SFC). Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM)

selaku manajemen Sriwijaya Football Club (SFC) Hendri Zainuddin mengatakan di Palembang, Senin, dua pemain yang kini membela Persiba, Balikpapan dan Pelita Jaya, Jawa Barat ini telah mengajukan lamaran secara resmi ke manajemen klub.

“Kami siap menampung mereka jika ingin membela Sriwijaya FC, karena memang kualitasnya bagus. Tapi, semua tergantung dengan pelatih Ivan Kolev,” kata dia.

Anggota DPRD Banyuasin ini menambahkan, kedua pemain tersebut akan memenuhi kuota pemain lokal Sumsel yang berjumlah lima orang. Jumlah ini lebih banyak dari musim lalu yang hanya dua orang, kata dia.

“Meskipun kedua pemain ini berpeluang besar, tapi tetap harus mengikuti proses seleksi seperti halnya Andi Irawan dan Amirul Mukminin (pemain lokal musim sebelumnya-red),” kata dia.

Sementara Subran yang dihubungi tidak membantah ketertarikannya untuk berlabuh di SFC musim depan. “Sebenarnya sejak lama saya ingin bergabung dengan SFC, namun terkadang ada masalah

non teknis yang membuat saya tidak bisa main di sini. Saya berharap ada agen yang bisa memuluskan jalan saya bergabung bersama SFC musim depan,” ujar dia.

Kedua pemain ini bukan sosok yang asing bagi masyarakat Sumsel, karena merupakan hasil binaan Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat). Seperti Subran, pernah membela PS Palembang dan PON XVI Sumsel tahun 2004.

Sementara, Supardi lebih berpengalaman dengan membela PSPS Pekanbaru selama dua musim dan Pelita Jaya pada musim kompetisi lalu. Supardi bahkan masuk daftar pemain Timnas Piala Asia 2007 di bawah asuhan Ivan Kolev.
08.34

Yang Penting Lolos

riwijaya FC kembali dikerjai wasit saat berlaga di away. Kali ini giliran wasit asal Bandung Oki Dwi Putra mengerjai Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) saat kontra Persebaya. Di stadion 10 Nopember Surabaya, pada laga delapan besar Piala Indonesia (PI) V, kemarin (20/7).
Ya, wasit asal Bandung ini memberi keputusan yang kurang menguntungkan bagi Sriwijaya. Setelah Precious Emuejeraye dinilai melakukan pelanggaran kepada Andik Vermansyah saat berebut bola di kotak terlarang.
Sehingga, Oki Dwi Putra menunjuk titik putih. Kapten tim Persebaya, Juan Marcelo Cirelli yang menjadi eksekutor tendangan penalti sukses membobol gawang Sriwijaya yang dijaga Fery Rotinsullu.
“Kita semua pasti tahu. Seharusnya bagaimana soal pelanggaran itu. Saya tidak mau berkomentar banyak. Terpenting kami bisa lolos ke semifinal,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan, kemarin (20/7).
Keputusan inilah yang dinilai menjadi biang kerok kekalahan Sriwijaya 0-1 dari Persebaya. Tapi, hal ini ditanggapi dingin pelatih asal Metro, Lampung ini. Pasalnya, keputusan ini sebagai hadiah bagi tuan rumah di menit akhir.
“Sepertinya itu hanya untuk meredam Bonek Mania (suporter Persebaya) saja yang terlihat mulai rusuh,” lanjut pelatih yang telah memberikan tiga trofi bagi Sriwijaya FC itu.
Ya, sebelum pertandingan berakhir, Bonek Mania mulai berulah. Sebelum pertandingan usai dan skor masih 0-0 di tribun ekonomi, mulai terjadi kerusuhan. Beberapa penonton tampak membakar onggokan sampah. Tak hanya itu, saat pertandingan hampir usai, penonton yang kecewa juga melempar botol-botol air mineral dan benda keras ke lapangan. Selain itu, beberapa penonton yang marah juga menyalakan kembang api yang membuat tribun ekonomi penuh asap.
Keadaan sedikit meredam setelah polisi merangsek ke arah penonton di tribun Selatan untuk mematikan titik-titik api. Bahkan, polisi juga mengamankan penonton yang diduga jadi provokator kerusuhan.
21.01

SFC Amankan Tiket Semifinal Piala Indonesia

Langkah juara bertahan Sriwijaya FC ke semifinal Piala Indonesia tak terbendung. Meski kalah 0-1 lawan Persebaya di Stadion Gelora 10 November Surabaya, Selasa (20/7) sore, Laskar Wong Kito tetap unggul dengan agregat 2-1. Gol tunggal Persebaya dicetak Juan Marcello dari titik putih pada menit 86.

Hadiah penalti diberikan wasit karena menilai Precious melanggar Andik pada perebutan bola atas di samping tiang gawang di menit 85. Keputusan ini disoal Ponaryo Cs karena pada kontak dua pemain itu tidak ada pelanggaran. Juan Marcello mengeksekusi bola dengan tenang. Skor 1-0, Persebaya kian meningkatkan serangan.

Publik Surabaya yang sebelumnya marah dan membakar bangku stadion setelah tim gagal mencetak gol segera bergembira dan mengharapkan gol kedua. Namun harapan itu tak terwujud. Kayamba bahkan nyaris menyamakan skor kalau saja dia sedikit lebih tenang menyelesaikan umpan Zah Rahan. Di akhir babak kedua itu, banyak Bonek yang sudah pulang duluan karena kecewa.

Persebaya gagal mencetak gol pada babak pertama leg kedua perempatfinal Piala Indonesia itu. Kiper Ferry tampil gemilang mengamankan gawang dari serbuan Bajul Ijo. Pemain pengganti Andik patut jadi bintang meski tidak bisa membawa lolos timnya ke semifinal.

Dengan demikian Sriwijaya FC menjaga peluang menjuarai Piala Indonesia tiga kali berturut-turut dan di semifinal akan bersua Persipura yang menyingkirkan Pelita Jaya (7-1). Laga ini dijamin seru karena ulangan final Piala Indonesia tahun lalu yang dimenangi SFC. Persipura waktu itu WO saat tertinggal 1-0 di Jakabaring

Pelatih SFC, Rahmad Darmawan mengubah formasi tim lebih bertahan dibanding saat leg pertama di Stadion Gelora Sriwjaya Jakabaring Palembang. RD tampaknya ingin mengamankan skor 2-0.

Skema permainan SFC menggunakan tiga bek sejajar, Charis Yulianto, Precious, Bobby Satria. Lima gelandang ditumpuk di tengah yakni M Nasuha, Ponaryo, Isnan Ali, Toni Sucipto, dan Zah Rahan. Sementara di depan ada Kayamba dan Pavel Solomin. Di bawah mistar gawang Ferry Rotinsulu.

Formasi 3-5-2 SFC mengandalkan serangan balik cepat dapat berubah jadi skema bertahan 5-3-2 dengan Isnan Ali dan Nasuha turun membantu pertahanan. Di awal laga, skema ini cukup meredam kecepatan gelandang serang Persebaya Jhon Takpor dan striker Andi Oddang. Sejumlah peluang tercipta, tapi belum bisa menjebol gawang Ferry.

Persebaya pakai skema klasik 4-4-2 mengandalkan serangan dari sayap dan tusukan langsung dari tengah. Selain spirit juang Arek Surabaya untuk lolos ke semifinal, pemain SFC juga berada di bawah tekanan suporter yang mengenakan seragam hijau.

Sepuluh menit pertama Persebaya menekan pertahanan SFC. Sejumlah peluang tercipta, tapi belum menghasilkan gol. Striker Andi Oddang didukung Takpor belum mampu merusak barisan pertahanan SFC yang dikomandoi Charis Yulianto.

Andi Oddang beberapa kali mencoba shooting dari luar kotak, tapi tak merepotkan Ferry. Justru pergerakan Pavel Solomin membuat publik Surabaya menahan napas. Menit 17, Pavel dapat umpan Kayamba di kotak penalti tapi belum bisa menyelesaikannya dengan sempurna.

Kayamba dijatuhkan Uchia dekat kotak penalti, tapi wasit tak menganggap pelanggaaran. Sampai menit 20, gantian Sriwijaya FC yang menekan Persebaya. Sayang sepakan keras Nasuha menit 25 masih melenceng tipis di samping tiang gawang Syafrudin.

Usaha kedua Nasuha menit 38 lebih baik lagi karena bola sepakannya dari sayap kiri membentur mistar gawang. Nasuha menyepak bola lambung setelah melihat posisi kiper lawan agak naik. Kedua tim meningkatkan pola permainan setelah menit 30 dan secara bergantian menciptakan peluang. Menit 31, Uchida dikartu kuning karena melanggar Pavel.

Menit 40 Ponaryo membuang peluang emas SFC karena bola sepakannya dari luar kotak terlalu lemah. Sementara Persebaya coba mengembangkan permainan lewat Cirelli, Pato, Takpor, dan Oddang. Pergerakan Anang Makruf di sayap kanan juga mulai membahayakan.

Ferry bermain baik menggagalkan sejumlah peluang. Eksekusi Pato ke sudut kanan gawang bisa dijangkau Ferry dengan gaya khas, terbang menepis bola pada menit 43. Hukuman itu diberikan setekah Precious melanggar Takpor yang menyongsong umpan Anang Makruf. Babak pertama berakhir, skor 0-0.

Persebaya langsung mengambil inisiatif menekan di awal babak kedua laga perempatfinal Piala Indonesia lawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora 10 November Surabaya. Menit 51, Takpor melepas sepakan keras dari luar, tapi bola tipis di atas mistar.

Empat menit kemudian Ferry nyaris blunder bergerak ke luar kotak tapi tidak segera halau bola, untung bola rebound bisa diamankan Nasuha. Sebelummnya, tangkapan Ferry mengantisipasi sepak pojok Takpor sempat lepas.

Menit 57 Andik masuk ganti Oddang. Pelatih Keeltjes hendak memaksimalkan kecepatan pemainnya untuk membongkar pertahanan SFC. Strategi ini cukup jitu, baru tiga menit merumput, pergerakan Andik mengancam, tapi umpan silang depan gawang tidak bisa dimanfaatkan Pato.

Gagal mencetak gol sampai menit 66 dan pertahanan riskan dijebol, RD bernisiatif mengganti Pavel dengan Obiora dan Isnan Ali diganti Slamet Riyadi pada menit 67. Skor imbang 0-0 menguntungkan SFC yang pada leg pertama di Jakabaring unggul 2-0.

Perubahan pemain itu tak membuat SFC segera keluar dari tekanan. Pergerakan Andik betul-betul membuat cemas RD yang memutuskan mengganti Nasuha dengan Ambrizal. SFC membuat benteng kokoh dengan memainkan sekaligus Charis, Precious, Bobby, dan Ambrizal.

Perang strategi diakhiri Keeltjes dengan menarik keluar sayap kiri Mat Halil dan memasukkan bek sayap Supriyono serta Korinus. Di bangku penonton, Bonek membuat rusuh dengan membakar bangku stadion. Persebaya lalu dapat hadiah penalti, dan dieksekusi Juan Marcello dengan tenang. Gol skor 1-0, tapi agregat akhir 2-1 untuk kemenangan SFC.
20.50

Awal yang bagus

Kemenangan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 atas Persebaya Surabaya pada putaran pertama babak perempat final Piala Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat (16/7), membuka peluang untuk lolos ke babak semifinal.

Kapten tim Keith Kayamba Gumbs dan Pavel Solomin menjadi pahlawan kemenangan Laskar Wong Kito dengan mencetak gol masing-masing di menit 15 dan 76.

Setidaknya Gumbs cs cukup bermain imbang dan mempertahankan ritme permainan dengan memperkuat pertahanan saat bertandang ke kandang Persebaya 22 Juli mendatang.

Kemenangan ini disambut suka cita oleh Presiden Klub Dodi Reza Alex Noerdin. Menurut dia kemenangan itu berkat kerja keras pemain, pelatih dan manajemen.

“Manajemen telah menyiapkan bonus satu koma delapan miliar lebih buat pemain jika meraih juara. Sementara masuk ke semifinal pun bonus sudah kami siapkan sebesar tiga ratus delapan puluh juta,” jelas Dodi.

Menurut anggota DPR RI ini, manajemen sengaja menyiapkan bonus sebagai bentuk motivasi kepada pemain. Sebab menurut dia lawan Laskar Wong Kito sangat berat.

“Ini sebagai tambahan motivasi kepada para pemain yang menjalani perjuangan berat mempertahankan Piala Indonesia,” jelas Dodi.

Belum Aman Sementara pelatih Rahmad Darmawan mengaku bersyukur dengan kemenangan 2-0 atas Persebaya. Namun skor itu belum aman bagi pasukannya yang berjuang keras di Persebaya nanti.

“Permainan hari ini anak-anak banyak membuang peluang dan kurang tenang. Saya akan melakukan evaluasi untuk laga berikutnya di Persebaya,” jelas RD.

Sriwijaya FC unggul pada menit ke-15 melalui Kayamba yang menyambut umpan sodoran Obiora dari sisi kanan pertahanan Persebaya. Serangan semakin gencar dibangun Laskar Wong Kito. Pergerakan Pavel Solomin kembali membahayakan pertahanan Persebaya. Akibatnya pelanggaran keras dilakukan Wijaya yang menerima kartu kuning dari wasit Iis Isa Permana, untuk menggagalkan peluang manis tuan rumah.

Sebaliknya Persebaya kerap merepotkan. Pergerakan Andi Odang, Patricio Morales, dan Andik Vermansyah merepotkan barisan pertahanan SFC. Peluang didapatkan Pato, namun digagalkan Ferry.

Memasuki menit ke-29 Pavel Solomin mendapatkan peluang namun tendangan melenceng ke tiang kiri gawang. Peluang kembali didapatkan Obiora dan Kayamba namun bola sodoran iti digagalkan kiper Syafrudin.

Jelang menit ke 38, Rudi Keeltjes menarik Andik Vermansyah yang kurang maksimal dan igantikan Jeon Byuk Euk. Hingga turun minum kedudukan bertahan 0-0.

Ferry Diganti Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC kembali mendominasi serangan. Memasuki menit 60 SFC kehilangan kiper Ferry Rotinsulu yang terjatuh akibat bertabrakan dengan gelandang Persebaya Jeon Byuk dan harus ditandu keluar. Posisi digantikan Hendro Kartiko.

Seperti di babak pertama SFC banyak menciptakan peluang. Striker Pavel Solomin berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-76. Tony membangun serangan di sisi kanan pertahanan Persebaya. Ia mengirim umpan silang kepada Zah Rahan dan memberikan umpan kepada Pavel. Pemain asal Uzbekistan ini dengan cepat menendang bola menundukkan Syafrudin.

Jelang menit 82, Rudi Keeltjes menarik dua pemainnya yang kelelahan. Andi Odang digantikan Korinus Pingkrew. Ia menarik keluar Supriono dan memasukkan Sutikno. Sementara RD menarik keluar Obiora dan memasukkan Rahmat Rivai. Hingga babak kedua berakhir kedudupan bertahan 2-0 untuk SFC.
21.27

Sriwijaya FC Tekuk Persebaya 2 - 0

Sriwijaya memetik kemenangan berharga di leg pertama 8 besar Piala Indonesia. Bertanding di Stadion Jakabaring Palembang, Jumat, 16 Juli 2010, Sriwijaya FC menang 2-0 atas Persebaya Surabaya.

Setelah unggul 1-0 di babak pertama, pasukan Rahmad Darmawan menambah satu gol di 45 menit kedua. Gol itu datang pada menit ke-76.

Pavel Solomin mencetak gol dari jarak dekat. Ia menerima umpan tarik dari dalam kotak penalti menyusul kemelut di depan gawang Bajul Ijo.

Pada babak pertama, Sriwijaya memetik gol perdana lewat aksi Keith Kayamba Gumbs. Dengan jitu ia mengksekusi umpan matang dari Anoure Obiora di menit ke-15.

Agregat 2-0 bisa membuat sang juara bertahan bisa tampil lebih santai di leg kedua yang akan dimainkan pada Selasa, 20 Juli 2010. Persebaya di leg kedua akan gantian menjadi tuan rumah.
04.15

Babak I, Sriwijaya FC Ungguli Persebaya

Sriwijaya FC tampil di kandang sendiri dalam laga leg pertama 8 besar Piala Indonesia. Menghadapi Persebaya Surabaya, Jumat, 16 Juli 2010, Sriwijaya untuk sementara unggul 1-0.

Sriwijaya memegang kendali serangan di 45 menit pertama pada laga di Jakabaring, Palembang. Namun peluang emas pertama justru didapat oleh Persebaya.

Pada menit ke-12, Patricio Morales nyaris saya membawa Bajul Ijo unggul. Sayang tendangan kaki kirinya masih membentur tiang gawang Sriwijaya yang dikawal Ferry Rotinsulu.

Dua menit kemudian giliran Sriwijaya yang melancarkan serangan. Keith Kayamba Gumbs sukses menjebol gawang Persebaya setelah menerima umpan silang dari Anoure Obiora.

Pada menit 18 Obiora yang melakukan akselerasi hingga dalam kotak penalti Persebaya nyaris saja menggandakan keunggulan timnya. Sayang bola masih membentur mistar.

Beberapa menit jelang jeda Kayamba melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Lagi-lagi bola masih membentur tiang gawang sehingga skor sampai turun minum tetap 1-0.

SRIWIJAYA
Ferry Rotinsulu, Ambrizal, Precious, Tony Sucipto, M. Nasuha, Zah Rahan,
Ponaryo, Arif Suyono, Keith Kayamba, Anoure Obiora, Pavel Solomin

PERSEBAYA
Syaifuddin, Takatoshi Uchida, Juan Marcello, Mat Halil, Djayusman Triasdi,
Supriyono, Wijay, Taufiq, Andik Vermansyah, Andi Odang, Patricio Morales
03.10

Kesempatan Terakhir Gumbs Cs

GELAR Liga Super Indonesia sudah terlepas, target di Liga Champions Asia (LCA) ataupun Asian Football Confederation (AFC) sudah usai. Kini asa Sriwijaya FC untuk mendpatkan gelar masih tertinggal di Piala Indonesia.

Inilah kesempatan terakhir bagi Keith Kayamba Gumbs cs untuk mempersembahkan satu-satunya gelar kepada Laskar Wong Kito sepanjang musim kompetisi 2009/2010.

Untuk mencapai target ini, kapten tim Kayamba mengaku tidak peduli apakah dia bisa mencetak gol atau tidak dalam pertandingan SFC versus Persebaya di babak delapan besar Piala Indonesia di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat (16/7) pukul 15.30. Baginya yang paling penting SFC harus menang.

“Cetak gol bukan target utama saya, apapun caranya yang penting SFC menang,” jelas Kayamba usai latihan, Kamis (15/7).

Menurut pemain asal ST Kitts N Nevis ini, laga lawan Persebaya adalah pertandingan yang berbeda, sebab Persebaya tim yang bagus. Selain itu babak delapan besar adalah babak yang sangat berat dan harus dimenangkan demi gelar Piala Indonesia.

“Meski kami pernah menang dalam dua kali pertemuan, kami tidak akan mengingat itu, yang paling penting mampu memenangkan pertandingan,” jelas pemain paling senior di SFC itu. (ndr)

Nama:Kieth Jerome Gumbs
TTL:St Kitts N Nevis, 11 September 1972
Postur:178 cm
Posisi:Striker
Klub
1989-1998 Newtown United
1996 Oldham Athletic
1999 Panionios
2000 Hull City
2001 Palmeiras
2001-2003 Happy Valley
2003-2004 Sabah FA
2004-2007 Kitchee
2007-sekarang Sriwijaya FC
Timnas
St Kitt N Nevis 1989-Sekarang
08.20

Para Pemain Spanyol Tak Percaya Mereka Juara

Menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kalinya benar-benar menjadi kebanggaan bagi dua gelandang Spanyol Xabi Alonso dan Sergi Busquets. Kedua pemain itu mengaku masih tidak percaya kalau Spanyol telah menjadi juara. La Furia Roja menjadi juara Piala Dunia 2010 untuk pertama kalinya. Tim Matador menjadi juara lewat gol semata wayang Andres Iniesta.

"Ini sangat luar biasa dan sulit untuk diungkapkan," kata Alonso.

Sementara bagi Busquets, juara Piala Dunia ini akan didedikasikan untuk keluarga dan teman-temannya. Busquets mengaku sudah tidak sabar kembali ke Spanyol untuk merayakan kemenangan bersejarah itu bersama rekan-rekannya.

"Piala Dunia akan terus bersama kami. Tapi saya masih tidak percaya dengan kemenangan ini," terangnya. (AS)
18.48

Spanyol Juara Dunia 2010

Timnas Spanyol memenuhi ambisi jadi juara Piala Dunia 2010 setelah Iniesta mencetak gol tunggal pada menit 118. Skor 1-0 tak berubah sampai laga berakhir. Pemain Spanyol merayakannya dengan histeria, beberapa menangis seperti Casillas dan Pique. Iniesta memecah kebuntuan tim setelah dapat umpang matang dari Xavi. Iniesta yang berdiri bebas mengeksekusi bola dengan keras tanpa mampu dijangkau kiper Belanda. Laga dua kesebelasan berlangsung ketat sampai wasit mengeluarkan 13 kartu kuning dan satu kartu merah untuk Heitinga. Delapan kartu untuk pemain Belanda dan lima lagi untuk Spanyol.



Partai final Piala Dunia 2010 di Soccer City Stadion Johannerburg menyajikan pertarungan ketat dan keras. Baru empat menit main, Sergio Ramos membuat pendukung Belanda menahan napas. Untunglah Sktelenberg bisa menblok bola sundulan Ramos yang menyambut umpan free kick Xavi Hernandez. Ramos kembali gagal memaksimalkan bola rebound setelahnya.

El Matador menguasai pertandingan sepuluh menit awal. Xavi Hernandez bisa mengkoordinir lini tengah seperti biasanya menebar ancaman. Tercatat Villa dua kali offside umpan dari Xavi.

Ramos kembali dapat peluang menit 11, tapi bola hasil sepakan keras dekat gawang masih diblok Hetingga. Villa langsung menyambar bola, tendangan gledeknya juga di samping tiang gawang.

Belanda sulit keluar dari tekanan, tapi dapat peluang lewat Kuyt akibat kesalahan lini belakang lawan. Tapi Kuyt terburu-buru melepas tendangan lemah ke arah Iker Casillas.

Laga ketat cenderung keras. Van Persie dikartu kuning setelah melanggar Capdevila, dua menit kemudian giliran bek Spanyol Carlos Puyol dikartu kuning karena menekel Robben dan wasit menghadiahi tendangan bebas 30 meter dari gawang. Namun, free kick Sneijder bisa diamankan Casillas.

Baru setelah 20 menit tanding, Belanda bisa mengembangkan permainan. Robben mencipta peluang setelah berani menusuk lini pertahanan Spanyol dengan gaya khas, menggiring bola sambil lari cepat.

Menit 21, van Bommel dikartu kuning karena melanggar Iniesta dari belakang. Semenit kemudian giliran Ramos dapat kartu kuning setelah menekel keras Kuyt. Pemain Belanda De Jong juga dihadiahi kartu kuning pada menit 27. Tayangan ulang televisi, De Jong menendang dada Xabi Alonso.

Sampai menit 30, skor masih imbang tanpa gol. Belanda dapat peluang dari bola mati sepak pojok, tapi tak gol juga. Justru Villa menyerang balik cepat, tapi belum sempurna penyelesaian akhirnya. Sementara Sneijder nyaris kena kartu karena melanggar Bosquet.

Menit 45, giliran Belanda mengancam. Berawal dari sepak pojok, Robben dapat umpan di luar kotak sisi kanan dan langsung menendang keras. Bola sepakannya meluncur deras menyisir rumput lapangan, kali ini Casillas terbang menggapai dan menepis bola. Skor tetap imbang.


Van Bronchorst menit 53 kuning hambat pergerakan Ramos. Dua menit kemudian Hetingga dikartu kuning setelah melanggar Villa.

Belanda bermain keras dan taktis. Mereka coba memaksimalkan bola mati, umpan tendangan bebas Robben nyaris saja berbuah gol kalau saja sundulan De Jong tidak meleset tipis. De Jong diganggu Ramos menyongsong umpan lambung Robben itu.


Menit 61 peluang terbaik Belanda. Robben lolos jebakan offside umpan Sneijder. Dia lari kencang membawa bola ke kotak dikejar Capdevila. Sementar Casillas cepat naik menutup ruang dan menjatuhkan tubuh. Bola sontekan Robben sedikit saja kena tumit Casillas tapi mengubah arah bole ke samping gawang. Robben terlihat menyesali peluang tak jadi gol.

Pemain Spanyol Capdevilla menggenapkan hukuman kuning jadi delapan pada menit 66 setelah melanggar Van Persie.

Setelah Robben gagal mencetak gol, kali ini giliran David Villa membuang peluang emas di depan gawang. Dia tidak tepat mengeksekusi bola dari jarak dekat gawang karena kena kaki Hetingga di menit 69. Belanda lantas ganti pemain, Ellia masuk Kuyt keluar. Sampai menit 75, skor masih 0-0

Menit 83, giliran Robben kena kartu kuning karena memprovokasi wasit. Spanyol berencana meningkatkan serangan dengan menarik gelandang Xabi Alonso dan memasukkan Cesc Fabregas. Tapi sampai berakhir laga 90 menit, skor masih imbang 0-0.

Laga dilanjutkan perpanjangan waktu 2x15 menit. Heitinga dikartu merah karena melanggar Iniesta, tak lama Iniesta mengantarkan Spanyol jadi juara dunia untuk kali pertama sepanjang sejarah El Matador.
18.43

Goooll.. Iniesta Pecah Kebuntuan Spanyol


Gelandang serang Spanyol Andres Iniesta memecah kebuntuan Spanyol setelah merobek gawang Belanda pada menit 118. Iniesta yang berdiri bebas di sisi kanan gawang dapat umpan Xavi langsung mengeksekusi bola. Skor 1-0 Spanyol unggul
18.42

Heitinga Kartu Merah

Bek Belanda, Heitinga diusir keluar lapangan setelah dapat kartu kuning kedua yang berbuah kartu merah karena melanggar Iniesta dekat kotak penalti pada menit 108. Tapi eksekusi free kick Xavi masih melambung. Skor masih 0-0
18.41

Full Time, Villa-Robben Masih Mandul

Partai final Piala Dunia 2010 di Soccer City Stadion Johannerburg menyajikan pertarungan ketat dan keras. Hingga laga 90 menit berakhir, skor masih imbang 0-0. David Villa dan Arjen Robben gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas. Sementara sembilan pemain dihadiahi kartu kuning. Enam untuk pemain Belanda Van Versie, Van Bommel dan De Jong pada babak pertama dan Van Bronchorst, Hetingga serta Robben pada babak kedua. Tiga lagi diberikan wasit pada Carlos Puyol Sergio Ramos, dan Capdevila. Pada laga itu, banyak peluang tercipta tapi belum berbuah gol.

Baru empat menit main, Sergio Ramos membuat pendukung Belanda menahan napas. Untunglah Sktelenberg bisa menblok bola sundulan Ramos yang menyambut umpan free kick Xavi Hernandez. Ramos kembali gagal memaksimalkan bola rebound setelahnya.

El Matador menguasai pertandingan sepuluh menit awal. Xavi Hernandez bisa mengkoordinir lini tengah seperti biasanya menebar ancaman. Tercatat Villa dua kali offside umpan dari Xavi.

Ramos kembali dapat peluang menit 11, tapi bola hasil sepakan keras dekat gawang masih diblok Hetingga. Villa langsung menyambar bola, tendangan gledeknya juga di samping tiang gawang.

Belanda sulit keluar dari tekanan, tapi dapat peluang lewat Kuyt akibat kesalahan lini belakang lawan. Tapi Kuyt terburu-buru melepas tendangan lemah ke arah Iker Casillas.

Laga ketat cenderung keras. Van Persie dikartu kuning setelah melanggar Capdevila, dua menit kemudian giliran bek Spanyol Carlos Puyol dikartu kuning karena menekel Robben dan wasit menghadiahi tendangan bebas 30 meter dari gawang. Namun, free kick Sneijder bisa diamankan Casillas.

Baru setelah 20 menit tanding, Belanda bisa mengembangkan permainan. Robben mencipta peluang setelah berani menusuk lini pertahanan Spanyol dengan gaya khas, menggiring bola sambil lari cepat.

Menit 21, van Bommel dikartu kuning karena melanggar Iniesta dari belakang. Semenit kemudian giliran Ramos dapat kartu kuning setelah menekel keras Kuyt. Pemain Belanda De Jong juga dihadiahi kartu kuning pada menit 27. Tayangan ulang televisi, De Jong menendang dada Xabi Alonso.

Sampai menit 30, skor masih imbang tanpa gol. Belanda dapat peluang dari bola mati sepak pojok, tapi tak gol juga. Justru Villa menyerang balik cepat, tapi belum sempurna penyelesaian akhirnya. Sementara Sneijder nyaris kena kartu karena melanggar Bosquet.

Menit 45, giliran Belanda mengancam. Berawal dari sepak pojok, Robben dapat umpan di luar kotak sisi kanan dan langsung menendang keras. Bola sepakannya meluncur deras menyisir rumput lapangan, kali ini Casillas terbang menggapai dan menepis bola. Skor tetap imbang.


Van Bronchorst menit 53 kuning hambat pergerakan Ramos. Dua menit kemudian Hetingga dikartu kuning setelah melanggar Villa.

Belanda bermain keras dan taktis. Mereka coba memaksimalkan bola mati, umpan tendangan bebas Robben nyaris saja berbuah gol kalau saja sundulan De Jong tidak meleset tipis. De Jong diganggu Ramos menyongsong umpan lambung Robben itu.


Menit 61 peluang terbaik Belanda. Robben lolos jebakan offside umpan Sneijder. Dia lari kencang membawa bola ke kotak dikejar Capdevila. Sementar Casillas cepat naik menutup ruang dan menjatuhkan tubuh. Bola sontekan Robben sedikit saja kena tumit Casillas tapi mengubah arah bole ke samping gawang. Robben terlihat menyesali peluang tak jadi gol.

Pemain Spanyol Capdevilla menggenapkan hukuman kuning jadi delapan pada menit 66 setelah melanggar Van Persie.

Setelah Robben gagal mencetak gol, kali ini giliran David Villa membuang peluang emas di depan gawang. Dia tidak tepat mengeksekusi bola dari jarak dekat gawang karena kena kaki Hetingga di menit 69. Belanda lantas ganti pemain, Ellia masuk Kuyt keluar. Sampai menit 75, skor masih 0-0

Menit 83, giliran Robben kena kartu kuning karena memprovokasi wasit. Spanyol berencana meningkatkan serangan dengan menarik gelandang Xabi Alonso dan memasukkan Cesc Fabregas. Tapi sampai berakhir laga 90 menit, skor masih imbang 0-0.
18.40

Giliran Villa Buang Peluang

Setelah Robben gagal mencetak gol, kali ini giliran David Villa membuang peluang emas di depan gawang. Dia tidak tepat mengeksekusi bola dari jarak dekat gawang karena kena kaki Hetingga di menit 69. Belanda lantas ganti pemain, Ellia masuk Kuyt keluar. Sampai menit 75, skor masih 0-0
18.38