Dodi Evaluasi Seluruh Lini SFC

logo_sfc1.jpg
PALEMBANG - Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex Noerdin menegaskan akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap manajemen, pelatih, pemain dan official tim menghadapi putaran kedua musim kompetisi Liga Super Indonesia (ISL).

"Kita akan mengadakan evaluasi terhadap jajaran manajemen, pelatih, pemain, dan official untuk persiapan putaran kedua ISL. Tujuan agar kita lebih siap menghadapi ISL dan mencapai target," kata Dodi, Senin (1/1).

Kuat dugaan evaluasi ini berkaitan dengan naik turunnya penampilan Laskar Wong Kito selama putaran pertama ISL 2009/2010. Sebab SFC hanya mampu mengumpulkan nilai 25 poin dari 17 penampilan. Namun Dodi membantah evaluasi ini terkait dengan kondisi tim saat ini.

"Sebab naik turunnya penampilan itu biasa dalam permainan. Jadi terlepas dari semua itu kami wajib melakukan evaluasi," ujar Dodi.

05.10

RD Harapkan Tiga Pilarnya Bertahan

rahmad_darmawan3.jpg
PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC Rahmad "RD" Darmawan terlihat pasrah dengan isu kepindahan ketiga pemain andalannya. Cekmad sapaannya hanya berharap Ferry Rotinsulu, Ponaryo Astaman dan Isnan Ali bisa bertahan dan menghormati kontraknya.

"Kita berharap mereka bertahan bersama SFC hingga akhir kompetisi," ujar Rahmad Darmawan, Senin (1/2).

Menurut RD, kepindahan dan mencari klub terbaik merupakan hak para pemainnya. Ia menyerahkan semuanya kepada keputusan para pemainnya.

"Tetapi semuanya tetap saya serahkan kepada para pemainnya," katanya.

Seperti diketahui Ferry, Ponaryo, dan Isnan digoda manajemen Persib Bandung untuk pindah selama setengah musim.

Kabarnya manajemen kota Kembang ini menawarkan nilai kontrak lebih untuk satu musim.
Secara terpisah Sekretaris SFC Faisal Mursyid mengatakan kontrak ketiganya berlangsung untuk satu musim."Kontrak mereka berlangsung untuk satu musim," ujar Faisal.

05.07

Ferry Tersenyum Soal Gabung Persib


ferry_rotinsulu.jpg

Ferry Rotinsulu
PALEMBANG - Setelah diwarnai isu hengkang sejumlah pemain pilarnya, cobaan kembali menerpa Sriwijaya FC. Kali ini mengenai isu kepergian kiper Ferry Rotinsulu menuju Persib Bandung. Kabar ini menjadi pembicaraan hangat lantaran publik Laskar Wong Kito tidak ingin kehilangan kiper kesayangan dan menjadi ikon klub asal Sumsel.

Kabar ini datang dari jajaran manajemen Persib Bandung yang memang mengincar Ferry untuk dikontrak setengah musim. Kiper timnas ini rencanaya diplot sebagai pengganti Kosin, kiper Persib yang kembali ke negaranya Thailand.

Ditanya mengenai kabar ini, pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, semua tergantung kepada Ferry, saya ingin dia tetap bertahan. Tetapi kita mencari jalan terbaik semuanya. "Semuanya saya serahkan kepada mereka, karena itu mereka. Tetapi saya ingin mereka tetap bersama kami," ujar RD.

Kabar ini menjadi isu hangat, lantaran Ferry dikabarkan berminat menggantikan posisi Kosin. Sementara itu, Ferry yang kemarin secara kebetulan mengunjungi Sekretariat SFC hanya terlihat bercengkrama dengan pemain. Namun, saat ditanya soal isu kepindahannya menuju Persib. Ferry hanya tersenyum berlalu. Tidak jelas apa senyuman sang ikon lantaran dia tidak membantahnya ataupun mengiyakan.

Kabar kepindahan Ferry Santer terdengar setelah manajer Persib Bandung Ummuh Mukhtar, Sabtu (30/1) lalu menyatakan, meminati sang pemain lantaran krisis kiper. Selain Ferry, Persib juga meminati Isnan Ali dan Ponaryo Astaman.

Sejauh ini Isnan mengatakan, masih menghormati kontraknya bersama SFC. Bahkan dia mengatakan tidak akan pindah sekalipun digaji dua kali lipat. "Intinya saya menghormati kontrak saya di sini," tegasnya.

05.01

Ikrar Setia Isnan

ISU kepindahan wingback Isnan Ali bersama dua rekannya kiper Ferry Rotinsulu dan gelandang Ponaryo Astaman ke Persib Bandung, menjadi pembicaraan hangat fans dan pendukung Sriwijaya FC. Mereka tidak rela ketiga pilar tim itu hengkang. Sebab, bisa mempengaruhi performa Laskar Wong Kito.

Bagi Isnan, isu kepindahan itu wajar bagi tim sebesar SFC. Apalagi memasuki putaran kedua Liga Super Indonesia. Akan banyak klub-klub besar lainnya melakukan manuver dan memepet para pemain yang mereka sukai. Begitu juga dengan Persib.

Menanggapi ini, Isnan mengaku tidak terlalu berpengaruh dan memilih berkonsentrasi menghadapi persiapan SFC menghadapi putaran kedua musim Kompetisi 2009/2010. Pemain asal Makasar ini mengaku, sebagai pemain profesional ia menghormati kontraknya bersama klub wong Sumsel ini hingga akhir musim kompetisi.

Bahkan pemilik tinggi 178 cm ini seperti berikrar tidak akan meninggalkan SFC dan klub manapun hingga kontraknya berakhir.

Sekalipun gaji yang ditawarkan dua kali lipat dari kontrak sekarang, saya tidak akan pindah, sebab saya menghormati kontrak bersama SFC,” kata Isnan, Senin (1/2).

Isnan merupakan pemain penting SFC dalam perebutan double winner musim 2007/2008, kemudian mempertahankan Piala Copa Dji Sam Soe (sekarang Piala Indonesia) musim 2008/2009. Musim ini ia dibebani target double winner kembali, hal ini membuatnya begitu bersemangat, apalagi klub peraih double winner itu, berlaga di Asia.

Saya fokus kepada target SFC musim ini,” ujarnya.

Namun musim ini Persib Bandung meminatinya. Tidak hanya Isnan, dua rekannya Ponaryo Astaman dan Ferry Rotinsulu juga dikabarkan dipepet klub berjuluk Maung Bandung itu.

Secara terpisah Ferry Rotinsulu yang dikonfirmasi saat berkunjung ke Sekretariat SFC kemarin terlihat enggan berkomentar. Ia hanya terlihat bercanda dengan rekan pers, untuk tersenyum dan berlalu saja ketika dikonfirmasi terkait dengan isu kurang sedap bagi SFC itu.

Seperti diketahui, Sabtu (30/1) lalu, Manajer Persib, Ummuh Mukhtar mengungkapkan sudah melakukan negosiasi dengan 3 pemain SFC yakni Ferry Rotinsulu yang diplot mengantikan kiper asing Kosin Hathairattanakkol yang pulang ke Thailand, sedangkan Ponaryo dan Isnan menjadi alternatif menggantikan pemain Thailand lainnya Suchau Nutnum, yang juga memilih pulang ke negaranya.

Secara terpisah Manajer SFC Hendri Zainuddin mengatakan, adalah hal biasa bagi klub-klub besar dengan manuvernya. Seperti SFC misalnya bisa saja mengklaim SFC bakal mendapatkan Cristian Gonzales. Tetapi hanya sebatas itu. Begitu juga dengan Persib aalah hal wajar. Sejauh ini pihak SFC tetap konsentrasi mempertahankan keutuhan tim.

Dalam perburuan pemain manuver itu hal yang biasa dan kami tidak terpengaruh dengan kondisi itu. Sebagai manajemen kami berusaha maksimal mempertahankan keutuhan tim,”tegasnya.
Pelatih Rahmad Darmawan mengaku, belum mengetahui tentang isu kepindahan 3 pemainnya itu. Tetapi secara keseluruhan ia menyerahkan semua kepada sang pemain.

Saya harap para pemain tetap bertahan bersama SFC,” ujar coach yang sangat disegani para pemain itu.
05.01

Pavel Target Utama Striker Baru SFC

PALEMBANG - Kebutuhan Sriwijaya FC akan seorang striker dengan kemampuan komplet di lini depan tampakanya segera terpenuhi. Meski pihak manajemen dan pelatih enggan berkomentar banyak tetapi nama Pavel Solomin dipastikan menjadi target utama.

Bahkan pemain dengan gelar 12 caps bersama Timnas Uzbekistan ini sudah memiliki kesepakatan dengan klub berjuluk Laskar Wong Kito. Pavel diharapkan akan segera bergabung pada 6 Februari mendatang.

Dari informasi yang bisa dipercaya Sripo, bergabungnya Pavel dipastikan dalam lawatan playoff di Singapura, Sabtu (30/1) lalu. Keduabelah pihak sudah bertemu. SFC diwakili pelatih Rahmad Darmawan dan manajer SFC Hendri Zainuddin, sementara pihak Solomin di wakili agennya Abdul Salam. Namun sejauh ini, baik pihak manajemen maupun pelatih belum mau mengumumkannya kepada media.

Manajer SFC Hendri Zainuddin yang dikonfirmasi Sripo, Minggu (31/1) berhati-hati memberikan komentar. Pihaknya baru berani berbicara kepada publik jika sang pemain sudah menandatangani kontrak dan tiba di Palembang. Manajemen mengaku tidak ingin membuat fans dan pendukung SFC kecewa.

Memang benar kita ada kesepakatan dengan beberapa pemain. Di antaranya Pavel Solomin. Namun kami baru akan mengumumkan jika pemain yang bersangkutan benar-benar resmi bergabung bersama SFC. Untuk saat ini kita tidak ingin bicara terlalu banyak,” ujar Hendri.

Sementara pelatih Rahmad Darmawan juga tidak mau mengomentari tentang Solomin. Menurut dia kurang etis jika sang pemain menjadi pembicaraan hanya di media sementara kesepakatannya belum ada.

Jika melihat biodatanya, Solomin merupakan pemain pilihan tepat bagi kebuntuan lini belakang Laskar Wong Kito. Meski berpostur kecil untuk ukuran Eropa, tetapi dia memiliki kecepatan dan insting gol tinggi. Tercatat pemain berusia 27 tahun ini sudah melessakkan 40 gol dari 97

penampilannya. Sementara bersama timnas, pemain yang sempat memperkuat FC Saturn Moscow Oblas Rusia ini baru mencatak 2 gol dari 12 kali penampilannya.
Tiga Pemain Incaran

Seperti diketahui ada tiga pemain yang diincar yakni, Vladimir Aleksandrovich Shishelov, Marat Dikmoev dan Pavel Solomin. Tetapi nama terakhirlah yang sangat tertarik bergabung bersama SFC. Sejumlah kesepakatan mulai dari fasilitas seperti rumah, kendaraan dan nilai kontrak untuk setengah musim sudah disepakati.

Selain Pavel ada Vladimir Aleksandrovich Shishelov yang memperkuat klub Rusia, FC Ural. Pemain itu tingginya 176 cm dan berusia 30 tahun. Ia sudah malang melintang memperkuat beberapa klub. Di antaranya FJ Buxoro, Pakthakor dan terakhir memperkuat FC Ural.

Bersama klub terakhirnya ini, Vladimir mengemas 26 gol dari 56 kali penampilannya. Sementara bersama Timnas Uzbekistan, ia mengemas 11 gol dari 28 kali penampilannya.

Sedangkan Marat Dikmoev memperkuat Spartak Nilchik, klub Liga Utama Rusia. Pemain dengan tinggi 178 cm itu baru berusia 24 tahun. Dikmoev masih muda, memiliki talenta dan bisa berposisi sebagai penyerang maupun pemain tengah. Bersama klub, ia tampil 36 kali dengan mencetak 2 gol. Sedangkan bersama Timnas 20 kali dengan 2 gol. sripo

Hendri Zainuddin
Manajer SFC

SEMUA proses negosiasi kami serahkan kepada pelatih Rahmad Darmawan. Insya Allah semoga semua lancar tetapi sekali lagi kita tidak bisa berkomentar banyak hingga sudah ada perjanjian hitam di atas putih.


Nama:Pavel Solomin
Lahir :Tashkent, Uni Soviet, 15 Juni 1982
Tinggi 176 cm
Posisi: striker
2003-2005 Traktor Tashkent
2005-2006 FC Pakhtakor Tashkent
2006-2007 Traktor Tashkent
2007-2008 FC Saturn Moscow Oblast
2008-2009 Navbahor Namangan
2009- Lokomotiv Tashkent
Timnas
Uzbekistan

05.00

Hanya Ciptakan Peluang

PALEMBANG - Seolah mendapatkan kutukan, para punggawa Sriwijaya FC hanya mampu membawa bola hingga masuk kotak penalti dan menciptakan banyak peluang matang, tetapi selalu gagal mencetak gol.

Kegagalan membuat gol dialami Laskar Wong Kito saat menghadapi Singapura Armed Force (SAF) FC dalam playoff Liga Champions Asia (LCA) di Singapura Sabtu (30/1) lalu. Padahal, banyak peluang tercipta dalam pertandingan itu. Akibatnya, Keith Kayamba Gumbs cs harus tunduk lesu setelah menyerah 0-3.

“Mereka merasa heran, mengapa setiap main menciptakan banyak peluang, tetapi tidak bisa membuat gol. Itu yang selalu mereka obrolkan sepanjang perjalanan pulang,” ungkap Rahmad Darmawan, Minggu (31/1).

RD segera melakukan pembenahan tim untuk berkonsentrasi menghadapi Persebaya di Surabaya 10 Februari nanti. Dia akan menggelar latihan perdana untuk mempersiapkan diri menghadapi awal Putaran Kedua pada Sabtu (2/2) petang. Obiora cs diperkirakan tiba di Palembang, Minggu malam dan langsung menempati Mess Pertiwi.

“Alhamdulillah kondisi pemain bagus, mereka dalam kondisi baik. Kita akan fokus ke Liga Super Indonesia (ISL),” kata Rahmad.

Menurut pelatih kelahiran Metro, Lampung, sepulang dari Singapura ini, banyak pekerjaan yang harus dilakukannya yakni, mulai dari mengevaluasi pemain, memperhatikan persoalan psikologis hingga persoalan teknis.”Tentunya saya akan lebih intens lagi melakukan drill dalam penyelesaian akhir,” ujarnya.

Menurut pelatih peraih double winner ini, dalam pertandingan menghadapi SAFFC, klub juara Liga Singapura dalam playoff di Stadion Jalan Besar Singapura, anak-anak asuhnya tampil maksimal. Mampu mengimbangi permainan tim tuan rumah dan berani keluar menyerang. Bahkan, beberapa kali menciptakan banyak peluang, tetapi selalu gagal berbuah gol di babak pertama.

Diakui pria usia 43 tahun ini, SFC memang membutuhkan seorang striker murni yang kuat dalam hal olah bola, menjadi tembok dan kuat duel satu lawan satu. Tentunya yang paling penting sosok

penyerang ini benar-benar seorang finisher sejati yang mampu menyelesaikan peluang sekecil apapun. “Kami membutuhkan satu striker lagi. Mudah-mudahan segera kita dapatkan,” tandas mantan pelatih Persija Jakarta ini.
04.58