SFC lupakan Gelar Juara ISL

Pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan kecewa berat atas kegagalan timya menambah poin, usai dipermak tuan rumah Persela Lamongan 3-1, pada laga lanjutan putaran kedua Superliga 2009/10.


Menurut Rahmad, kekalahan tersebut secara otomatis membuat peluang timnya merebut trophy kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional musim ini tipis, karena terpaut 16 poin dari Arema Indonesia yang sementara bertengger di posisi puncak.

Dengan tinggal menyisahkan empat laga kandang dan dua tandang, Keith Kayamba Gumbs dkk butuh keajaiban untuk bisa menyalib perolehan poin Arema, yang sudah mengemas 57 angka. Terlebih karena trend away Sriwijaya FC musim ini kurang baik.

Karena itu, Laskar Wong Kito mengalihkan bidikan di ajang turnamen Piala Indonesia yang mulai akan digulirkan pada 14 April mendatang. Terlebih karena Sriwijaya FC merupakan juara bertahan turnamen yang mempertemukan tiga tim dari kasta berbeda ini.

Mengenai kekalahan timnya di Stadion Surajaya, Lamongan, kemarin (10/4), Rahmad berdalih dirinya salah dalam menerapkan pola permainan. Terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan yang membuat gawang Hendro Kartiko di bobol tiga kali.

“Penampilan Persela di luar perkiraan kami. Sebab saya pikir mereka akan tampil terbuka. Ternyata mereka juga bertahan. Kami memang gagal membendung counter attack mereka, yang membuat peluang kami juara musim ini tipis,” pungkas Rahmad.

19.31

SFC Dihajar Persela 1-3

PALEMBANG - Sriwijaya FC ditundukkan tuan rumah Persela Lamongan dengan skor 1-3 dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (10/4) sore.
Gol untuk keunggulan Laskar Joko Tingkir bermula dari umpan jauh dari Zada, yang salah diantisipasi pemain belakang SFC. Dikcy Firasat yang masuk tiba-tiba di di belakang Ambrizal dengan cepat mencuri bola untuk kemudian membobol gawang Hendro Kartiko di menit 27. Dikcy sukses mengelabui Hendro yang memanfaatkan kesalahan Ambrizal.

Ketinggalan 1-0, SFC terus melakukan tekanan. Beberapa peluang didapatkan, namun tendangan bebas Kayamba Gumbs masih membentur pemain belakang Persela. Terlena melakukan serangan, Gumbs cs seolah melupakan pertahanan.

Kondisi ini benar-benar dimanfaatkan Dicky yang memiliki kecepatan. Bermula dari umpan jauh Zada, dengan cerdik Dicky menyelinap di antara pemain belakang SFC. Sekilas pemain bernomor punggung 18 ini terperangkap ofside sehingga Precious dan Charis membiarkan saja.

Namun parahnya, hakim garis atau wasit yang memimpin pertandingan membiarkan sang pemain melenggang membawa bola untuk kemudian kembali menundukkan kiper Hendro di menit 37. SFC terus melakukan tekanan, namun belum ada gol tercipta. Hingga babak pertama berakhir kedudukan tetap bertahan 0-2 untuk Laskar Joko Tingkir.

Memasuki babak kedua, SFC mengendalikan serangan. Namun duet Kayamba-Solomin sepertinya sulit membobol gawang Persela. Beberapa peluang didapatkan seperti tendangan Solomin masin melambung. Begitu juga tendangan keras Zah Rahan mampu ditepis dengan tenang oleh kiper Chorul Huda.

Memasuki menit ke-62 pelatih Rahmad Darmawan melakukan pergatian pemain. Yakni, menarik Ambrizal dengan memasukkan Octavianus, begitu juga Ponaryo ditarik keluar dan digantikan Rahmat Rivai. Hasilnya serangan-serangan semakin hidup. Namun kuatnya pertahanan Persela membuat penyerang SFC frustasi. Memasuki menit 73 SFC kembali kebobolan, kali ini Martin Zada dengan leluasa menendang bola tanpa mendapatkan pengawalan menundukkan Hendro Kartiko.

Gol Kayamba
SFC berusaha keluar dari tekanan. Serangan terus dibangun Kayamba cs. Memasuki menit 87, Sriwijaya FC akhirnya memperkecil ketinggalan melalui sundulan Kieth Kayamba memanfaatkan umpan M Nasuha. Gol ini setidaknya mengurangi beban SFC yang harus mengalami kekalahan. Hingga babak kedua berakhir kedudukan tetap 1-3 untuk Persela.
09.01

Siap Amankan Sukadana

Duel sengit dua gelandang bertenaga kuda diramalkan akan tersaji di Stadion Surajaya Lamongan, saat Sriwijaya FC menghadapi tuan rumah Persela Lamongan (10/4) nanti. Yakni, midfielder Tony Sucipto dengan I Gede Sukadana. Kedua pemain ditengarai memiliki kesamaan karakteristik permainan. Yaitu tak kenal lelah dan tak kenal kompromi.
Selain pandai mematahkan serangan lawan, kedua pemain jangkar juga mampu mengatur pola permainan tim dengan baik. Namun, skill individu Tony boleh dibilang sedikit lebih unggul lantaran bisa beroperasi di berbagai posisi, mulai dari midfielder, sayap, wing bek hingga sweeper. ”Saya tahu karakter permainan Sukadana. Permainannya ngotot dan juga keras. Dia juga sering memancing emosi pemain lawan dengan permainan kerasnya. Saya harus bisa mengontrol emosi saya agar tidak terpancing aksi provokasinya,” ujar Tony, kepada Sumatera Ekspres kemarin (7/4).
Meski demikian, pemuda kelahiran Surabaya, 12 Februari 1986 itu menyatakan kesiapannya berduel dengan Sukadana. Untuk mengamankan lini tengah tim berjuluk Laskar Wong Kito, pemilik jersey 6 juga siap meladeni permainan keras Persela, namun tanpa harus ditandai kartu kuning. ”Kita lihat saja permainan di lapangan nanti. Saya tidak takut dengan permainan keras lawan. Termasuk Sukadana,” tegas Tony.
Sekedar informasi, kala Sriwijaya menang 2-1 atas Persela (9/12) lalu, Tony tidak bertemu langsung dengan Sukadana lantaran memperkuat tim nasional (timnas) U-23 Proyeksi SEA Games XXV Laos 2009. Sedangkan Sukadana merupakan salah satu pemain seleksi timnas U-23, namun gagal bergabung.
”Saya juga sempat bermain bersama Sukadana semasa di seleksi timnas U-23. Namun, saat itu, dia masih belum beruntung hingga namanya dicoret oleh Alberto Bica (pelatuh timnas U-23),” tambah salah satu pemain terlama di SFC ini.
Namun dari statistika saat memperkuat klub, Tony masih kalah mentereng dengan Sukadana. Terbukti Tony baru memperkuat SFC sebanyak 13 laga dan belum menciptakan gol pada ISL musim ini. Sedangkan Sukadana telah berbaju Persela sebanyak 19 pertandingan dengan mengemas 2 gol.
Duel dua gelandang energik ini cukup menarik. Apalagi peluang keduanya untuk masuk starting eleven cukup terbuka. Tony, yang absen saat Sriwijaya melawat ke markas Binh Duong jelas memiliki kebugaran fisik lebih prima. ”Namun semua tergantung pelatih (Rahmad Darmawan, red). Kalau saya dipercaya jelas akan bermain maksimal,” pungkasnya.
21.38

Sriwijaya Bidik Gelar Ketiga Piala Indonesia

Sriwijaya FC berambisi mengukir sejarah di Piala Indonesia dengan menargetkan juara untuk ketiga kalinya, kata Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen Sriwijaya, Hendri Zainuddin, saat dihubungi dari Palembang, Rabu.


Sejak awal musim kompetisi 2009-2010, demikian Hendri, Piala Indonesia menjadi target SFC, selain gelar di Liga Super Indonesia.

"Copa Indonesia adalah gelar yang benar-benar kami inginkan musim ini. Jika berhasil mendapatkannya kembali, artinya Sriwijaya FC bisa tiga tahun berturut-turut menjadi juara Copa dan tentunya menjadi catatan khusus persepakbolaan nasional," katanya.

Sriwijaya FC menjadi juara Piala Indonesia dua tahun terakhir, 2008 dan 2009.

Manajemen Sriwijaya menyadari benar bahwa tak mudah mewujudkan target itu, apalagi ketatnya persaingan di papan atas membuat beberapa klub mengalihkan bidikan ke ajang itu.

Ia menyebut Persija, Persipura, Persib dan Arema Indonesia adalah tim-tim yang akan berjuang keras meraih gelar Piala Indonesia tahun ini.

"Meskipun sangat memahami ini, tapi kami tidak gentar karena telah menyiapkan diri sejak awal musim," ujar Manajer Sriwijaya.

Berdasarkan jadwal yang dirilis PT Liga Indonesia (LI), Sriwijaya FC tergabung dalam grup A bersama PSPS Pekanbaru, Persikabo Bogor, dan Semen Padang.
20.50

Kalah 1 - 2, SFC Tetap Juara Grup F

PALEMBANG--Sriwijaya FC harus mengakui ketangguhan tim tuan rumah Binh Duong dengan skor 1-2 dalam lanjutan AFC Cup, di Stadion Go Dau Vietnam, Selasa (6/4). Meski kalah, Laskar Wong Kito yang mampu mencetak gol di laga tandang ini tidak tergeser dari posisi pemuncak Klasemen Grup F.


Meski nilai Binh Duong mengemas nilai 7 dari 4 pertandingan, namun tim asal Vietnam itu kalah selisih gol. Sementara itu pertandingan lainnya di Grup F antara Selangor FA vs Victory sedang berlangsung. Namun apapun hasil pertandingan kedua tim, tidak mempengaruhi posisi SFC.

Manajer SFC Hendri Zainudin melapor dari Vietnam mengatakan, memang sangat sulit meraih kemenangan di laga tandang. Namun ia memberikan apresiasi kepada para pemain yang berjuang maksimal hingga akhir pertandingan.

Gol SFC dilesakkan Charis Yulianto melalui sundulan usai memanfaatkan umpan zah Rahan yang mengambil tendangan bebas menit 48. Sementara gol Binh Duong dicetak Elenildo de Jesus menit 40, kemudian gol kembali dicetak pemain belakangnya, Chau Phong Hoa menit 81.

Sejak kick off, Becamex Binh Duong yang memainkan sepakbola menyerang langsung menekan areal pertahanan SFC. Namun tusukan Alves dan Anh Duc tidak mampu menembus lini pertahanan SFC yang dikawal ketat Charis cs. Peluang didapatkan Alves menit 17 tetapi berhasil diamankan kiper Hendro Kartiko.

Sebaliknya SFC yang bermain lebih bertahan, justru berani keluar menyerang. Melalui pergerakan Kayamba di sisi kiri dan Zah Rahan di kanan, SFC berani melakukan tekanan-tekanan. Pergerakan Octavianus yang didorong ke depan mampu menggantikan peranan Obiora. Namun dua peluang emas Octavianus dan Kayamba masih digagalkan kiper
Namun Binh Duong unggul lebih dahulu di menit ke-40. Gol didapatkan oleh pemain tengah Elenildo yang merangsek maju. Ia mampu menyelesaikan umpan matang Alves yang memanfaatkan kelengahan pemain belakang SFC.
Dengan tenang, pemain Brzail ini melakukan tendangan terarahnya menundukkan Hendro Kartiko.

SFC terus memberikan tekanan. Sementara itu Presiden Klub SFC, Dodi Reza Alex bersama istrinya Thia Yufhada turut memberikan dukungan kepada Gumbs cs. Namun kedudukan bertahan 0-0 untuk Binh Duong.

Memasuki babak kedua, Babak dimulai Sriwijaya FC yang ketinggalan mampu membalas. Bermula dari penggaran di tengah lapangan yang dilakukan Binh Duong, Zah Rahan yang mengambil tendangan bebas, memberikan umpan jauh kepada Charis Yulianto. Dengan keberaniannya, bek asal Malang ini menanduk si kulit bundar menundukkan kiper The Anh. Kedudukan untuk sementara 1-1.

Namun Binh Duong terus mengurung pertahanan SFC. Memasuki menit ke-81, SFC ketinggalan setelah Chau mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang Hendro. Hingga babak kedua berakhir kedudukan tetap bertahan 1-2 untuk Binh Duong.

06.18

Tumpuk Pemain di Tengah

Sriwijaya FC sekuat tenaga akan mencuri satu poin di kandang Becamex Binh Duong. Untuk itu pelatih Sriwijaya berusaha mencari strategi yang tepat untuk dapat satu poin penting di kandang Becamex. Ya berdasarkan latihan tadi malam (5/6), pelatih berpangkat kapten ini bakal menumpuk pemain di lini tengah dengan menggunakan formasi 4-5-1.

Zah Rahan, Ponaryo Astaman, Alamsyah Nasution, dan Muhammad Nasuha dan Obiora ditarik sedikit ke belakang untuk memperkuat lini tengah. Ujung tombak sendiri tetap dipercayakan kepada kapten tim Keith Kayamba Gumbs. Namun formasi ini tidak baku tergantung dari permainan Becamex malam ini.

Selain itu, pelatih asal Metro Lampung ini kemarin juga memberikan porsi khusus untuk latihan tendangan bebas. "Kami akan melihat permainan Becamex dulu tinggal penerapan di lapangan apakah anak-anak mampu menjalankan skema tersebut dengan baik dan benar," ujar Rahmad Darmawan pelatih Sriwijaya FC usai latihan di Stadion Go Dau Thu Dau Mot.

Harapan untuk memperkuat lini tengah memang sangat mendukung karena Obiora Richard dipastikan bisa diturunkan. Mantan pemain PSDS Deli Serdang ini sudah gabung latihan dan saat melakukan simulasi pertandingan, Obiora sudah bisa berlari tanpa merasakan nyeri. "Kemungkinan kesempatan Obiora untuk bermain terbuka lebar mengingat cedera yang dideritanya mulai berangsur baik. Mudah-mudahan pagi besok (pagi ini, red) saat latihan terakhir, Obiora tidak mengalami sakit, tapi saya juga tidak mau memaksakan jika kondisi Obiora tidak fit," lanjut mantan pelatih Persikota Tangerang ini singkat.

Obiora sendiri mengaku tidak bisa bermain kembali. "Saya sudah sembuh meski belum total. Tapi, jika saya diturunkan nanti, saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan pelatih untuk mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik," timpal Obiora.

Sebaliknya, petaka terjadi di kubu tuan rumah. Itu karena striker andalan Becamex, Kubheka Philani (Afsel) mengalami cedera di betis saat memperkuat Becamex menghadapi Ninh Binh. Kemarin sore, Philani masih menjalani latihan terpisah dan terus menerus diberikan kompres es saat latihan dibawah bimbingan terapis dan tim medis Becamex.

"Jika Philani benar-benar cedera maka ini menjadi keuntungan bagi kami. Karena permainan bakal berimbang terutama untuk pemain asing. Satu lagi pemain yang tidak bisa tampil Egbo Osita yang terkena akumulas kartu kuning. Mudah-mudahan target imbang yang kami harapkan dapat terlaksana dengan baik," pungkas Rahmad Darmawan.
22.08