Sriwijaya FC

PALEMBANG - Usai menghadapi Victory SC di National Stadium, Selasa (23/2), Sriwijaya FC langsung ditinggalkan enam pemain andalannya yang memenuhi panggilan Tim Nasional. Ferry Rotinsulu Cs akan bergabung sejak 26 Februari-5 Maret.

"Ada enam pemain SFC yang memenuhi panggilan Timnas. Mereka segera bergabung 26 Februari ini menghadapi Pra Piala Asia melawan Australia 3 Maret mendatang," kata Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin, Rabu (23/2).

Namun dari enam pemain yang dipanggil itu tanpa M Nasuha. Sementara Arif Suyono yang tidak dipanggil saat Timnas menghadapi Oman lalu, kembali masuk jajaran. Adapun pemain yang dipanggil yakni, Ferry Rotinsulu, Ponaryo Astaman, Charis Yulianto, Arif Suyono, Christian Worabay, dan Isnan Ali.

Selain enam pemain lokal yang dipanggil, pemain asing lainnya Precious Emuejeraye juga dipanggil Timnas Singapura juga untuk Pra Piala Asia. Sehingga total ada tujuh pemain yang meninggalkan SFC untuk bergabung dengan Timnas. Namun pemanggilan pemain Timnas juga tidak ada masalah, sebab selama mereka bergabung Laskar Wong Kito tidak melakoni pertandingan manapun. "Sebab mereka kembali bergabung pada 5 Maret nanti," tandas anggota DPRD Banyuasin.

21.14

Gumbs Cs Fokus Finisher

PALEMBANG -Hasil imbang 0-0 lawan Victory SC, Maladewa, Selasa (23/2), sudah cukup bagi Sriwijaya FC menapaki perjalanan awal di Piala AFC Cup. Namun laga berat sudah menghadang. Keith Kayamba Gumbs dan kawan-kawan akan kedatangan tamu Bontang FC dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), di Gelora Jakabaring, 7 Maret mendatang.

Dalam rentang waktu 10 hari itu lebih dari cukup untuk masa recovery pemain. Khusus untuk pembenahan tim, pelatih Rahmad Darmawan melakukan drill secara ketat, dan fokus kepada penyelesaian akhir (finisher).

Kita memberikan waktu liburan selama 5 hari kepada para pemain. Setelah itu langsung fokus menghadapi Bontang FC di Liga ISL. Laga ini cukup berat karena lawan merupakan tim solid,”kata pelatih kelahiran Metro Lampung ini, Rabu (24/3).

Menurut Cekmad, sapaannya, ada beberapa pemain Bontang FC yang perlu dijaga karena memiliki pergerakan bagus dan kerap menentukan arah permainan tim, diantaranya Aldo Bareto. Klub asuhan Fachry Husaini juga dikenal memiliki organisasi pertahanan solid. Apalagi dalam pertemuan pertamanya di Bontang putaran pertama musim lalu, Charis Yulianto dkk dibantai 3-0. Hal inilah nampaknya yang patut diwaspadai.

Dalam laga menghadapi Victory kemarin, anak asuh RD bermain taktis dan mendominasi dengan sentuhan satu dua. Namun sayangnya Obiora cs kerap kehilangan bola ketika memasuki kotak penalti lawan.

Hal inilah yang harus saya sikapi. Anak-anak kadang-kadang bermain kurang sabar dan terlalu terburu-buru. Kerap tidak bermain lepas yang menyebabkan minimnya improvisasi. Kehadiran Pavel Solomin juga diharapkan menjadi variasi dalam melakukan serangan. Mudah-mudahan semua persyaratan Pavel beres sebelum pertandingan digelar,” harap pelatih yang sukses mengantar SFC merebut tiga gelar juara itu.

Pada pertandingan terakhirnya di liga, Zah Rahan dkk ditaklukkan Persija Jakarta 0-1 di stadion Gelora Bung Karno (19/2). Itu kekalahan pertama putaran II ini setelah sebelumnya sukses meraih tiga kemenangan beruntun, termasuk enam poin di kandang lawan. Yaitu mengalahkan Persebaya 2-0 di Stadion 10 November Surabaya (10/2), dan menang 1-0 atas Persik Kediri di

Stadion Brawijaya (13/2), sebelum menghajar Persisam Samarinda 3-0 di Jakabaring (16/2).
Ferry Rotinsulu dkk kini berada di peringkat 5 klasemen sementara dengan 34 poin hasil dari 10 kemenangan 4 seri dan 7 kalah dari 21 pertandingan. SFC tertinggal 11 poin dari Arema Malang yang masih bercokol di puncak klasemen.
21.10

Laskar Wong Kito Ditundukkan Persija 0-1

Sriwijaya FC dikalahkan Persija Jakarta berlangsung dengan skor 0-1 dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), di Gelora Bung Karno Jumat (19/2).
Gol tunggal yang mengantarkan kemenangan bagi Persija dicetak Firman Utina melalui tendangan first time menit 33. Sementara Laskar Wong Kito tidak mampu memanfaatkan sejumlah peluang didapatkan.

Sejak kick off, Persija yang bermain di hadapan ribuan pendukungnnya tampil menyerang. Tetapi Keith Kayamba Gums mampu mengimbangi permainan Persija. Kedua tim bermain saling menekan dan menciptakan banyak peluang. Namun tendangan striker Persija Bambang Pamungkas merupakan peluang terbaik yang diperoleh, tetapi masih melebar ke tiang kanan. Sementara SFC juga mendapatkan peluang, tetapi tendangan Kayamba masih melambung tinggi di atas mistar gawang SFC. Setelah saling menyerang, kedua tim terlihat bermain berhati-hati sehingga permainan tidak berkembang. M Nasuha menerima kartu kuning di menit 27 karena melakuka tekel keras terhadap bek saya Persija Ismed Sofyan.

Namun, serangan yang dirancang Persija melalui Ismed berhasil dimanfaatkan Firman Utina. Mantan pemain Pelita itu berhasil memanfaatkan bola rebound di depan gawang Hendro Kartiko dan melakukan tendangan first timenya di menit 33.

Memasuki babak kedua permain berlangsung imbang, namun Sriwijaya FC terus mengambil inisiatif melakukan serangan. Beberapa peluang kembali didapatkan. Seperti sundulan Obiora yang masih melambung ke atas, padahal M Yasir sudah kehilangan posisi. Sebaliknya Persija yang mengandalkan skemas serangan balik tampil lebih efektif. Beberapa kali Bambang Pamungkas mengancam gawang Hendro Kartiko, tetapi masih mampu diantisifasi dengan baik kiper senior itu.

SFC terus menekan, tetapi Persija yang tampil lebih bertahan itu terus menciptakan peluang melalui serangan balik, tembakan M Iham membayakan gawang Hendro Kartiko. Selanjutnya beberapakali serangan Bepe cs membahayakan pertahanan SFC. Sehingga Hendro Kartiko harus berjibaku mengamankan gawangnya.
Memasuki menit akhir Rahmad Darmawan melakukan pergantian pemain, memasukkan Alamsyah menggantikan Obiora, Rahmat Rivai menggantikan Arif, dan Worabay menggantikan Ambrizal. Sementara kubu Pesija melakukan dengan menarik Leo Saputera digantikan Erik, Musafri digantikan M Ilham, sementara Ruli Soputan menggantikan Mustafic. Permainan terus berlangsung seimbang. Namun Poci cs gagal menyamakan kedudukan.

17.44

Gol Ambrizal-Zah Rahan Tundukkan Persebaya 2-0

logo_sfc1.jpg

Logo SFC
PALEMBANG - Laga perdana pada putaran kedua Liga Super Indonesia 2009-2010 dibuka tim Sriwijaya FC dengan manis. Anak-anak asuh Rahmad Darmawan ini memetik kemenangan atas tuan Persebaya Surabaya dengan skor 2-0 saat pertandingan yang digelar di Stadion 10 November Surabaya, Rabu (10/2). Gol Ambrizal melalui sundulannya menit 37 menjadi pemecah kebuntuan Laskar Wong Kita yang banyak menciptakan peluang. Sebab Zah Rahan memperbesar keunggulan di masa injurytime melalui tendangan kerasnya.

Sejak kick off, Persebaya yang menjadi tuan rumah langsung menggebrak pertahanan SFC melalui duet Korinus Pingrew dan Andi Oddang. Tetapi berhasil diredam Precious cs yang tampil taktis. Laskar Wong justru berani keluar menyerang.

RD memasangan formasi 4-4-2 dalam pertandingan ini memilih mengistirahatkan Charis dan memasukkan Bobby, bermain cukup berani. Ambrizal yang beroperasi sebagai wingbek kanan cukup piawai mengobrak-abrik pertahanan Bajul Ijo julukan Persebaya. Beberapa peluang didapatkan seperti tembakan Obiora masih melenceng, begitu juga tembakan keras Arif Suyono masih diblok kiper Persebaya Endra Prasetya.

Memasuki menit 37 gawang Endra kebobolan. SFC mampu memaksimalkan peluang dari bola mati. Tendangan corner yang diberikan wasit langsung diambil Isnan Ali yang baru pulih dari cedera. Dengan cerdik, pemain asal Makasar ini melakukan tendangan melengkung ke sudut kiri gawang. Ambrizal yang tidak terjaga dengan cepat menyundul bola ke sudut kiri gawang.

Zah Rahan memperbesar keunggulan di masa injurytime setelah memaksimal assit matang Obiora. SFC menang 2-0 atas Persebaya.

18.34

RD Waspadai Determinasi Andi Oddang

erge1.JPG

Pelatih Rahmad Darmawan saat memberikan pengarahan kepada para pemainnya
PALEMBANG - Pelatih Rahmad "RD" Darmawan mengatakan Persebaya memiliki kekuatan seimbang antaran lini depan dan tengah. Tim asal Surabaya ini memiliki barisan penyerang berbahaya dengan kecepatan di atas rata-rata.

"Meski tanpa penonton Persebaya tetap merupakan tim bagus. Lini depannya sangat berbahaya karena dihuni barisan penyerang yang memiliki kecepatan," ujar RD.

Pelatih asal Metro Lampung ini menegaskan, Persebaya memiliki striker Andi Oddang, Korinus Pinkrew, Ngon A Djam. Kemudian didukung pemain tengah yang juga memiliki kecepatan seperti Andik Firmansyah dan Taufik.
Hal ini patut diwaspadai lantaran pemain belakang SFC kerap kesulitan menghadapi striker atau penyerang bertubuh mungil, tetapi memiliki kecepatan dan dribling mumpuni.

"Kecepatan barusan belakang mereka terutama jika Andi Oddang diturunkan akan sangat berbahaya. Kita harus konsentrasi penuh mengawal pemain depan Persebaya," tegas RD

04.15

Precious Kawal Ketat Ngon

preci121.JPG

Bek asing Sriwijaya FC, Precious bertekad mematikan Ngon saat SFC menghadapi Persebaya 10 Februari nanti.
DEFENDER asing Precious Emuegeraye mengaku mendapatkan tugas khusus dari pelatih Rahmad "RD" Darmawan untuk mengawal eks striker Sriwijaya FC Ngon A Djam saat menghadapi Persebaya Surabaya, 10 Februari nanti.

"Prinsipnya saya menerapkan zona marking. Jadi siapa saja yang masih aral pertahanan harus dijaga. Tetapi saya ditugaskan mengawasi khusus Ngon," ujar Precious, Senin (8/1).

Menurut Precious, Ngon sosok striker yang sulit dihentikan dan mematikan di kotak penalti. Ia mengaku baru satu kali bertemu saat menghadapi Persebaya di laga home 26 Januari lalu. Meski demikian Precious paham akan kualitas pemain asal Kamerun itu. Menurut dia Ngon saat itu dalam kondisi cedera dan kurang fit. Sehingga begitu mudah dihentikan. Namun, pergerakannya tetap saja merepotkan.

"Dalam laga nanti dia akan fit dan permainannya pasti meningkat, makanya kami harus waspadai dengan kecepatan dan pergerakannya," ujar Precious.

04.13