Gol Pavel Bawa SFC Unggul Sementara

PALEMBANG - Pavel Solomin membuat SFC unggul sementara atas Persikabo. Di menit ke-77 Pavel berhasil memanfaatkan umpan sodoran Obiora.

Sebelumnya SFC mampu menyamakan kedudukan melalui Arif di menit ke-38. Sebelumnya SFC sempat tertinggal setelah pemain Persikabo Septian memasukkan bola ke gawang SFC pada menit ke-15.

Kedudukan hingga saat ini 2-1 untuk SFC.
03.22

RD Istirahatkan Zah Rahan - Kayamba

PALEMBANG - Pertarungan memperebutkan juara Grup A Sriwijaya FC versus Persikabo di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (18/4), secara mengejutkan pelatih Rahmad Darmawan mengistirahatkan Zah Rahan dan Kayamba. Sebagai gantinya SFC menurunkan Obiora, Precious dan Arif Suyono serta Rahmad Rivai.

Keempat pemain yang selama ini diistirahatkan. Seperti diketahui Obiora, Arif, dan Rahmat absen karena mengalami cedera. Sementara Precious diistirahatkan karena soal kuota asing yang diwajibkan 3 pemain saja.

Namun dalam laga ini RD mengistirahatkan Kayamba dan Zah Rahan.

Berikut Line Up kedua tim. Pelatih Rahmad Darmawan Formasi; 4-3-3 kiper; Hendro Kartiko, bek; Bobby Satria, Precious Emeujeraye, Christian Worabay, Isnan Ali. Tengah; Ponaryo Astaman, Alamsyah Nasution, Arif Suyono. Depan;Oktavianus, Rahmat Rivai, dan Pavel Solomin.

Persikabo; Pelatih; Iwan Setiawan Formasi; 4-3-3 kiper;Edy Kurnia, bek; Aldi Rinaldi, Siapuloh, Kresna Hermawan, Erik. Tengah Markus, Jarot, Jangga. Depan; Septiam Suharlan, Jejen, Rodrigo.
02.10

PIALA INDONESIA: SFC VS PERSIKABO 15: 30



PIALA INDONESIA

SRIWIJAYA FC
VS
PERSIKABO
Simak update skor pertandingannya hanya di SFC Mania Pukul 15 : 30


PIALA INDONESIA

SRIWIJAYA FC
VS
PERSIKABO
Simak update skor pertandingannya hanya di SFC Mania Pukul 15 : 30
23.37

Poci Optimis Juara Grup

PERTANDINGAN Sriwijaya FC versus Persikabo dalam lanjutan Piala Indonesia, di Stadion Gelora Jakabaring, Selasa (16/3) menjadi ajang pembuktian striker Rahmat “Poci” Rivai.
Sebab pemain asal Tarnate ini diperkirakan mendapatkan giliran diturunkan sebagai kebijakan dari sistem rotasi yang diterapkan pelatih Rahmad Darmawan. Poci sudah sembuh dari cedera engkel yang dideritanya.

Saya siap diturunkan kapan pun, tetapi itu tergantung kebijakan pelatih. Kami semua mengikuti instruksi pelatih tergantung dengan kebutuhan tim. Tetapi jika diturunkan saya akan bermain all out,” kata Rahmat Rivai, Sabtu (17/4).
Seperti diketahui pemain yang karib di sapa Poci ini sempat mengalami cedera saat menghadapi Persela Lamongan, 10 April lalu. Namun berkat penanganan tim medis dan pisioterafi dengan cepat dari klub, cedera engkel pemain usia 32 tahun sudah sembuh.”Saya sudah sembuh dan sudah berlatih bersama rekan-rekan sejak Kamis (15/4) lalu. Artinya saya siap dimainkan kapan pun,” jelas Poci.

Ditanya tentang target mencetak gol, Sarjana Ekonomi memilih bungkam. Menurut dia tabu bicara gol sebelum pertandingan. Namun disoal tentang target tim, pria dua anak ini berjanji akan membawa SFC meraih kemenangan di laga terakhir menghadapi Persikabo.”Sebab kita tidak hanya memasang target untuk lolos saja, tetapi untuk memenuhi harapan fans dan masyarakat Sumsel yang menginginkan Juara Grup A. Selain itu akan meningkatkan kepercayaan diri kami,” tegas Poci.

Secara terpisah Pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, sengaja menyimpan beberapa pemain untuk menyiasati pertandingan Piala Indonesia yang sangat padat. “Saya sengaja menurunkan dan memaksimal Pavel Solomin dan mengistirahatkan beberapa pemain termasuk Poci. Maka dalam pertandingan nanti, pemain yang diistirahatkan akan diturunkan,” ujar kata RD,

Menurut RD, sistem rotasi akan sangat efektif menjaga performa pemain dan tim. Sebab dengan sistem ini, RD sapaannya bisa mengistirahatkan para pemain agar mampu mengembalikan kebugaran mereka.sripo
08.31

Improvisasi Nasuha

SEPERTI menjawab keraguan publik, M Nasuha tampil menggila saat Sriwijaya FC mengalahkan Semen Padang dalam lanjutan Piala Indonesia Grup A, di Stadion Gelora Jakabaring, Jumat (16/4). Sebanyak dua gol yang dilesakkannya ke gawang kiper Ahcmad Kurniawan memberikan jawaban bahwa ia pantas menjadi starting eleven Laskar Wong Kito.

Dalam pertandingan SFC versus Semen Padang kali ini, Nasuha mendapatkan giliran turun sejak menit awal. Bahkan ia mengisi pos yang biasanya ditempati Arif Suyono. Posisi yang tidak main-main, karena dia diharuskan menyerang. Keputusan pelatih Rahmad Darmawan ternyata tidak salah.
Pemain kelahiran Persita Tanggerang ini tampil penuh improvisasi. Kerjasama satu duanya dengan Kayamba dan Pavel Solomin mampu merepotkan lini belakang Semen Padang yang dijaga Antonio Claudio cs. Kontribusinya itu berlanjut dengan dua gol di menit ke-34 menyelesaikan umpan matang Kayamba, dan gol keduanya di menit ke40 menyantap sodoran Zah Rahan.

Sebenarnya 3 gol SFC itu berkat kontribusinya. Sebab Gol Kayamba di menit 8 itu, berasal dari pergerakan Nasuha. Penalti diberikan wasit karena bek Rudiyanto sempat memotong umpannya dengan tangan, sehingga wasit menunjukkan titip putih.

Namun pemain usai 26 tahun ini tidak jumawa dengan dua gol yang ditorehkannya. Pemain serbabisa ini justru memuji kerja keras seluruh teman-temannya dan pendukung SFC.
Gol ini saya berikan untuk teman-teman saya yang berjuang keras hari ini, untuk tim, dan terutama masyarakat Sumsel yang tidak henti-hentinya mendukung serta doanya,” ujar M Nasuha.

Sementara pelatih Rahmad Darmawan pun memberikan pujian khusus kepada pria satu anak ini. Menurut RD, sapaannya, Nasuha tampil maksimal. Dia mampu menjalankan strategi dengan baik. Melakukan improvisasi dengan bermain lebih keluar ataupun ke dalam lini pertahanan lawan.
Improvisasinya berhasil menghidupkan serangan. Hal itu dapat dilihat dari serangan balik kita dan dua gol yang berhasil dia ciptakan di babak pertama,” ujar RD.

Melihat kontribusi anak asuhnya itu, RD menegaskan akan melihat kondisi terakhir Nasuha saat menghadapi Persikabo nanti. Jika pemain kelahiran 15 September 1984 ini fit, maka satu tempat akan tetap menjadi miliknya.

Kita lihat nanti, jika dia fit maka akan diturunkan. Namun saya harus berpikir ulang, karena akan banyak pertandingan berat yang akan kita hadapi,” ujar RD.sripo


Biodata:
Nama: M Nasuha
Lahir: Tangerang, 15 September 1984
Posisi:Gelandang (utilty)
Klub:Sriwijaya FC
19.18

Pavel Cs Harus Maksimal

PALEMBANG - Selama perhelatan babak 32 besar Piala Indonesia di Palembang 14-18 April, striker Pavel Solomin selalu menjadi pilihan lini depan Sriwijaya FC. Pelatih Rahmad Darmawan memasangnya berduet dengan sang kapten Keith Kayamba Gumbs sebagai tukang gedor.

Kendati baru mencetak 2 gol dalam 7 laga, namun kemampuan Pavel sangat merepotkan pertahanan lawan. Dia menjadi starter saat mengalahkan PS Semen Padang 3-0 kemarin, walaupun

tak mampu menyumbang sebiji gol pun. Pavel akan kembali diuji saat timya menghadapi Persikabo Bogor, Minggu (18/4) nanti. Penyerang asal Uzbekistan ini, akan beradu tajam dengan Rodrigo,

penyerang andalan Persikabo. Meski beroperasi di lini masing-masing, namun kemampuan keduanya akan menentukan hasil pertandingan dan menentukan nasib tim masing-masing.

Dilihat kemampuan, jelas keduanya sama-sama memiliki kecepatan dan naluri gol tinggi. Tipikal permainan mereka pun sama yakni, bertipe striker murni, tetapi berani naik turun menjemput bola.

“Ini laga terakhir dan sangat menentukan, saya akan berusaha maksimal untuk meraih tiga poin,” kata Pavel, Jumat (16/4).

Sebagai tuan rumah, Sriwijaya FC memiliki peluang terbesar untuk meraih kemenangan. Selain didukung sebagai tuan rumah, materi pemain yang dimiliki juga di atas rata-rata. SFC memiliki

kiper Ferry Rotinsulu atau Hendro Kartiko, kemudian memiliki sederet bek terbaik. Begitu juga dengan keberadaaan Ponaryo dan Zah Rahan di lini tengah. Terakhir SFC memiliki Kayamba dan Pavel Solomin.

Asisten pelatih Persikabo, Hasyim Azmi Azhar mengakui timnya kalah kualitas dengan SFC. Namun bermodalkan kepercayaan diri dan bermain tanpa beban membuat mereka yakin mampu menghadapi lawan.

“Kita bermain tanpa beban. Saya meminta anak-anak untuk konsentrasi dan disiplin,” ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan Jarot, mantan pemain SFC yang kini memperkuat Persikabo. Menurut dia, SFC adalah tim bagus dan berkualitas. Meski selama musim kompetisi ini mengalami penurunan permainan.

“Namun saya tetap respek kepada SFC. Kami harus berusaha keras memenangi pertandingan nanti,” tegas Jarot yang bersama Suimin Diharja.

Kepercayaan diri Jarot bukan tanpa alasan. Sebab rekor pertemuan mereka cukup berimbang. SFC mampu menundukkan Persikabo dengan skor 3-0 di Stadion Gelora Jakabaring 10 April 2007.

Tetapi kekalahan itu mampu dibalas Jarot cs dengan yang sama pula dengan 3-0. Bahkan Jarot turut menyumbang gol untuk kemenangan timnya kala itu. Meski pertemuan itu sudah dalam masa yang cukup lama yakni, akhir 2007 lalu, namun dengan kekuatan dan materi yang ada saat ini, Persikabo diyakini bisa mengimbangi SFC.

Secara terpisah pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, melawan Persikabo adalah laga terakhir. Menurut dia laga ini sangat krusial dan harus dimaksimalkan.”Kami harus memaksimalkan laga terakhir ini untuk melangkah ke babak 16 besar,” tegas RD. sripo

Head to head
1. 10-04-2007 Divisi Utama Sriwijaya FC 3-0 Persikabo Bogor
2. 28-08-2007 Divisi Utama Persikabo Bogor 3-0 Sriwijaya FC
19.16