Tertekan, Villa Gagal Pinalti

David Villa berpeluang untuk mencetak hat-trick andai saja ia berhasil mengeksekusi pinalti dengan baik. Menurut pengakuan si pemain, kegagalan itu akibat dirinya berada di dalam tekanan.Penampilan Villa sungguh impresif kala memperkuat Spanyol menghadapi laga kedua babak penyisihan Grup H melawan Honduras, Selasa (22/6/2010) dinihari WIB. Bagaimana tidak, penyerang yang baru saja dibeli Barcelona ini mencetak seluruh gol dalam laga yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan La Furia Roja.

Vila berpeluang menyamai catatan stiker Argentina, Gonzalo Higuain yang berhasil mengkukuhkan diri sebagai pencetak trigol pertama dalam turnamen ini. Kans tersebut datang setelah Jesus Navas dijatuhkan oleh Emilio Izaguirre di kotak terlarang pada menit ke-62.

Akan tetapi ambisi itu terpaksa harus ditunda. Villa yang tampil sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik lantaran tendangannya melebar ke sisi kanan gawang Honduras.

"Saya gagal melakukan tendangan pinalti akibat tekanan dengan skor 2-0 yang ada," aku mantan bomber Valencia itu diberitakan Yahoo Sports.

"Saya telah berlatih menendang pinalti seumur hidup saya tapi kali ini gagal, mungkin saja dikarenakan tekanan,"sambung top skorer Euro 2008 itu.

Usai ditekuk Swiss 0-1 di laga pembuka grup, Spanyol berhasil bangkit dan menang atas Honduras. Villa dkk. wajib menang di laga terakhir melawan Chile untuk memastikan tiket ke fase gugur.

"Kekalahan kami melawan Swiss ibarat air di bawah jembatan (yang tenang). Kami telah membicarakan masalah ini dan bangkit sekarang. Kami selalu bermain di bawah tekanan dan ini adalah Piala Dunia - setiap laga pasti akan berat," demikian Villa.
18.36

Portugal Hancurkan Korut 7-0

Portugal berhasil memetik kemenangan pertamanya dengan sempurna. Mengadapi Korea Utara, tim berjuluk Selecao das Quinas menang tujuh gol tanpa balas. Pertandingan penyisihan Grup G antara Portugal versus Korut berlangsung pada Senin (21/6/2010) malam WIB di Green Point Stadium.

Sejak awal laga, Portugal sudah tampil menekan. Namun baru di menit 29, gol pertama mereka tercipta lewat Raul Meireles.

Portugal benar-benar membantai lawannya di babak kedua dengan enam gol lain yang berhasil diciptakan. Keenam gol tersebut dicetak oleh Simao, Hugo Almeida, Tiago (dua gol), Liedson dan Cristiano Ronaldo.

Kemenangan ini merupakan kemenangan pertama Portugal di turnamen ini setelah sebelumnya hanya berhasil bermain imbang dengan Pantai Gading 0-0.

Dengan tiga poin yang diraih, Portugal kini berada di urutan dua klasemen dengan nilai 4. Di partai penyisihan yang terakhir, Portugal akan meladeni Brasil.

Sedangkan buat kekalahan ini, Korut semakin terbenam di urutan empat klasemen tanpa meraih satu poin pun.

Jalannya Pertandingan

Baru tujuh menit laga berjalan, Portugal sudah mendapatkan peluang emas. Berawal dari sepak pojok, Ricardo Carvalho berhasil menanduk bola dengan posisi kiper lawan sudah meninggalkan sarangnya. Sial bagi dia, bola masih mengantam tiang.

Sebelas menit kemudian, Korut gantian menebar ancaman. Dari tendangan keras Hong Yong-jo yang berhasil ditepis Eduardo. Tapi di depannya masih ada Pak Nam-chol yang lantas melepaskan sundulan. Sayang, bola masih melambung.

Gol Portugal baru hadir di menit 29. Meireles menjadi pembuka skor pertandingan ini usai menerima umpan terobosan dari Tiago yang berhasil dieksekusi dengan sempurna. Portugal sementara unggul 1-0.

Tak kurang dari 10 menit, pergerakan Meireles yang bagus kembali menimbulkan ancaman. Dari tempat yang berdekatan dari tempat dia mencetak gol tadi, ia melepaskan tendangan tetapi bola masih melenceng ke kanan gawang Korut.

Keunggulan Portugal bertahan hingga turun minum.

Semenit memasuki babak kedua, Portugal langsung menekan lagi. Tiago yang bergerak ke arah tengah kotak lantas melepas tendangan sayang, bola masih bisa ditepis Myong-Guk.

Dua menit berselang, Korut membalas lewat Yong-Jo. Tetapi sepakannya dari luar kotak penalti masih terlalu lemah dan mudah saja ditangkap Eduardo.

Korut mendapat tendangan bebas karena pelanggaran yang dibuat Carvalho. Tetapi kiper Portugal masih sigap menangkap bola.

Mimpi buruk Korut dimulai di pada menit 53. Simao yang sukses menjaringkan bola ke gawang Korut sehingga membuat timnya kini unggul 2-0.

Belum genap lima menit, gawang Myong-Guk kembali jebol. Berawal dari crossing Fabio Coentrao, Almeida yang berada di depan gawang dan tanpa kawalan mudah saja menanduk bola sehingga berujung gol di menit 56.

Portugal benar-benar tampil gemilang malam ini. Sebuah gol kembali lahir di menit 60 dari kaki Tiago yang mendapat assist dari Cristiano Ronaldo dari sisi kiri lapangan.

Unggul empat gol belum membuat Portugal mengendurkan serangannya. Mireles yang nyaris menambah gol lagi buat timnya andaikan tendangannya tidak melebar ke samping di menit 64.

Bombardir serangan Portugal lagi-lagi berhasil memaksa Myong-Guk memungut bola dari jalanya sendiri untuk yang kelima kali. Crossing rendah dari Coentrao yang jatuh di kaki Liedson. Pemain yang baru masuk menggantikan Almeida itu langsung menceploskan bola ke gawang di menit 81.

Tujuh menit kemudian, giliran Ronaldo yang membobol gawang Korut. Bergerak ke kotak terlarang, pemain termahal dunia ini mengecoh kiper Korut dan sukses menjaringkan bola. Ini adalah gol pertama pemain berjuluk CR tersebut setelah lebih dari setahun tidak membuat gol untuk negaranya.

Tiago menjadi pelengkap pesta gol Portugal. Di menit 89, Tiago mencetak gol keduanya di pertandingan ini setelah menerima crossing matang dari Coentrao.


Susunan Pemain:

Portugal: 1-Eduardo, 2-Bruno Alves, 6-Ricardo Carvalho, 23-Fabio Coentrao, 13-Miguel, 8-Pedro Mendes, 16-Raul Meireles (14-Miguel Veloso 70'), 19-Tiago, 11-Simao (5-Duda 74'), 18-Hugo Almeida (9-Liedson 77'), 7-Cristiano Ronaldo

Korea Utara: 1-Ri Myong-Guk, 3-Ri Jun-Il, 13-Pak Chon-Jin, 8-Ji Yun-Nam, 2-Cha Jong-Hyok (16-Nam Song-Chol 75'), 17-An Yong-Hak, 4-Pak Nam-Chol (6-Kim Kum-Il 58'), 11-Mun In-Guk (15-Kim Yong-Jun 58'), 10-Hong Yong-Jo, 9-Jong Tae-Se
07.35

Meireles Bawa Portugal Memimpin 1-0

Portugal untuk sementara berhasil unggul 1-0 atas Korea Utara. Adalah Raul Meireles yang mencetak gol ini di menit ke-28.Pertandingan penyisihan Grup G antara Portugal versus Korut digelar di Green Point Stadium, Senin (21/6/2010) malam WIB. Portugal yang lebih menguasai jalannya pertandingan berhasil unggul lebih dahulu. Meireles menerima sebuah umpan terobosan dari Tiago dari sisikan kanan yang langsung berhasil diselesaikan dengan sempurna.

Susunan Pemain:

Portugal: 1-Eduardo, 2-Bruno Alves, 6-Ricardo Carvalho, 23-Fabio Coentrao, 13-Miguel, 8-Pedro Mendes, 16-Raul Meireles, 19-Tiago, 11-Simao, 18-Hugo Almeida, 7-Cristiano Ronaldo

Korea Utara: 1-Ri Myong-Guk, 3-Ri Jun-Il, 13-Pak Chon-Jin, 8-Ji Yun-Nam, 2-Cha Jong-Hyok, 17-An Yong-Hak, 4-Pak Nam-Chol, 11-Mun In-Guk, 10-Hong Yong-Jo, 9-Jong Tae-Se (krs/krs)

05.13

Korut Tak Hanya Fokus ke Ronaldo

Cristiano Ronaldo adalah sosok paling menonjol di timnas Portugal. Tapi untuk Korea Utara, di lapangan nanti Ronaldo akan sama saja dengan sepuluh rekannya yang lain. Saat ini Ronaldo masih memegang predikat sebagai pemain termahal di dunia usai dia direkrut Real Madrid dari Manchester United. Dengan kemampuannya mengolah bola yang juga pernah memberinya titel Pemain Terbaik Dunia 2008, Ronaldo tak ayal jadi andalan Portugal.

Kubu Korut yang akan dihadapi Portugal, Senin (21/6/2010), sadar benar dengan hal itu. Namun, Pelatih Korut Kim Jong-hun menegaskan tak berniat memberikan kawalan khusus untuk Ronaldo.

"Tentu saja Cristiano Ronaldo adalah seorang pemain terkenal yang mendapat banyak perhatian, tapi dalam kasus kami, dalam permainan kami, kami takkan fokus ke satu pemain secara khusus," jelas Kim di Reuters.

Pada laga pertama, Korut tampil cukup apik saat "hanya" kalah 1-2 dari Brasil. Korut bahkan sukses meredam si juara dunia lima kali sampai dengan menit 55, saat Maicon bikin gol pertama Brasil.

Permainan ngotot serupa niscaya akan diulangi ketika melawan Portugal kendati Kim enggan memberikan bocoran strategi macam apa yang akan dia terapkan di stadion Cape Town nanti.

"Saya takkan bicara mengenai strategi atau taktik keseluruhan dan saya takkan mengatakan saya akan menerapkan pertahanan man to man. Itu mungkin dibutuhkan, semuanya tergantung bagaimana laga nanti berjalan," lugas dia berteka-teki.
01.36

Ronaldo cs Waspadai Serangan Balik

Kemisteriusan Korea Utara sudah sedikit tersingkap. Itu mengapa bintang Portugal Cristiano Ronaldo menilai timnya harus waspada benar dengan serangan balik Korut yang akan mereka hadapi. Sebelum menghadapi Brasil di laga pertama, Rabu (16/6/2010) dinihari WIB, tak banyak yang tahu dengan kekuatan Korut. Di laga itu sendiri mereka kalah 1-2 kendati menuai pujian karena tampil dengan mental baja kendati lawannya adalah juara dunia lima kali.

Ketika itu Korut juga tampil dengan pertahanan solid yang cukup membuat Kaka cs tidak bisa menjebol gawang Korea Utara hingga turun minum. Brasil lantas baru memecah kebuntuan pada menit 55 lewat Maicon.

Selepas gol Maicon, Brasil lantas berhasil unggul 2-0. Tapi 'Tim Samba' kemudian dikejutkan dari Korut, yang sepanjang laga praktis lebih sering mengandalkan serangan balik. Korut bisa menipiskan kekalahan jadi 1-2.

Penampilan Korut tersebut tak ayal mencuatkan sinyal kewaspadaan untuk lawan-lawannya yang lain, termasuk Portugal. 'Samba Eropa' pun sudah mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan melakukan analisa mendalam terhadap Korut.

"Saya tahu para pemainnya. Kami sudah menonton dua video (pertandingan) kemarin dan saat mereka melawan Brasil. Mereka tim yang berbahaya dengan pemain-pemain yang cepat dan saya tahu akan tidak mudah," ujar pemain termahal di dunia ini kepada Reuters.

"Serangan balik adalah senjata terkuat mereka. Jika mereka memasang pertahanan man-to-man melawan kami, mereka akan kewalahan. Sejauh ini, itulah taktik mereka menurut saya," imbuh Ronaldo.

Saat menghadapi Brasil, Korut praktis hanya meninggalkan striker berdarah Jepang, Jong Tae-Se, di depan sendirian. Namun, pergerakan rekan-rekannya sangat cepat ketika melakukan serangan balik.
01.34

Pelatih Swiss: Chile Lebih Favorit

Pelatih Swiss, Otmar Hitzfeld optimis timnya punya kesempatan untuk menempati posisi puncak dalam kualifikasi Grup H, setelah menang 1-0 atas Spanyol minggu lalu. Malam ini Swiss dijadwalkan bertanding melawan Chile. Hitzfeld mengakui, Chile lebih difavoritkan ketimbang Swiss. Ia pun terkesan dengan kemenangan 1-0 Chile atas Honduras. “Sekali lagi, Swiss menjadi underdog. Kami tidak difavoritkan. Chile-lah yang difavoritkan. Chile bermain luar biasa ketika melawan Honduras. Sebenarnya mereka dapat menang 3-0 atau 4-0," kata Hitzfeld seperti dilansir dari Guardian.

Menurutnya, Chile adalah tim yang solid dengan pemain-pemain yang lincah. Untuk itu, kata dia, Swiss harus bisa mempertahankan permainan yang kompak selama melawan Chile.

Swiss akan turun tanpa Philippe Senderos pada babak kedua, karena ia mengalami cedera pergelangan kaki. Kapten Swiss Alex Frei dan gelandang Valon Behrami juga mengalami cedera, sehingga diragukan apakah akan dimainkan dari awal atau tidak. Meskipun demikian, Swiss tetap optimis.

“Chile ingin memastikan diri lolos ke putaran kedua, sebelum harus berhadapan dengan Spanyol pada pertandingan terakhir mereka. Tim mereka sangat kuat dan pemain mereka sangat ahli, sehingga kami mesti bekerja keras untuk menghadapi mereka,” kata defender Swiss, Stephan Lichsteiner.

Pekerjaan Swiss dapat bertambah berat, karena Chile kini kemungkinan diperkuat oleh Humberto Suazo, pencetak gol andalan mereka. Suazo kini telah pulih dari cedera pahanya.

Selain itu, pelatih Chile, Marcelo Bielsa, telah menginstruksikan para pemainnya untuk bermain lebih agresif. “Target kami adalah lolos ke putaran berikutnya, sehingga tidak menyia-nyiakan kemenangan kami atas Honduras. Jadi sekarang kami harus mencetak lebih banyak gol,” tandas Bielsa.

Siapapun yang memenangi pertandingan di Nelson Mandela Bay malam ini, maka ia hampir dipastikan melaju ke perdelapan final. “Sejauh ini, Swiss telah menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia. Mereka adalah tim yang bagus. Spanyol telah membuat satu kesalahan ketika menghadapi mereka, sehingga mereka tidak akan mengulangi kesalahan itu ketika bertanding melawan kami sesudah ini,” kata defender Chile, Ismael Fuentes.
01.31